Buang Air Kecil dan Azab Kubur

Buang Air Kecil dan Azab Kubur
www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hati-hati! Dengan (percikan) air kencingmu, karena ia adalah puncak utama azab di alam kubur.”
(HR Daruqutni)

Adab buang air kecil:
-kencinglah dengan cara duduk
-berdehem selepas kencing
-pastikan air mencukupi untuk membasuh
-cuci sehingga yakin bersih dari najis
-sebelum memakai pakaian

Penjelasan hadis:
Hadits ini mengingatkan tentang pentingnya bersuci (thaharah) secara benar setelah buang air kecil. Berikut penjelasannya:

1) Kandungan Makna Hadis:
Percikan air kencing yang mengenai tubuh atau pakaian tanpa dibersihkan bisa membuat seseorang tidak sah shalatnya.

Kebiasaan meremehkan kebersihan setelah buang air kecil adalah salah satu sebab utama azab kubur. Hal ini dikuatkan oleh hadits shahih lainnya dalam Shahih Bukhari dan Muslim.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya kebanyakan azab kubur disebabkan karena air kencing.”
(HR Bukhari dan Muslim)

2) Mengapa ini begitu penting?
Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman.

Air kencing termasuk najis yang harus dibersihkan. Bila tidak, maka ibadah seperti shalat tidak sah.

Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga kebersihan dan kehormatan ibadah.

3) Pelajaran untuk kita:
Jangan anggap remeh urusan kecil yang berhubungan dengan ibadah, termasuk bersuci.

Setelah buang air kecil, pastikan tidak ada percikan yang menempel di pakaian atau tubuh, dan bersihkan dengan benar.

Latih diri untuk selalu berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam menjaga kesucian diri.

Penutup hikmah:
“Perkara kecil yang dianggap remeh di dunia, bisa menjadi besar di alam kubur.”
Maka, jagalah kebersihan sebagaimana kita menjaga salat kita.

Baarakallahu fiikum. (*)

Tinggalkan Balasan

Search