Buka Bersama Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya tak Benda

www.majelistabligh.id -

Tradisi buka bersama yang dilakukan masyarakat muslim Indonesia dan di beberapa negara muslim saat ramadan tiba, telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Ia mengatakan bahwa tradisi buka bersama adalah fenomena budaya yang lahir dari ekspresi keberagamaan umat muslim dunia. Menurutnya, praktik ini menunjukkan bagaimana ajaran agama dapat menjadi sumber nilai yang menginspirasi lahirnya budaya yang diterima di kehidupan masyarakat.

“Ini adalah sumbangan yang sangat besar dari negeri kita. Budaya bukber tidak hanya menjadi khazanah baru bagi tradisi Islam Indonesia, tapi juga telah menjadi warisan budaya dunia,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (6/3/2026).

Bukber tak hanya dilakukan di Indonesia saja. Sejumlah negara muslim seperti Turki, Uzbekistan, Azerbaijan, dan beberapa negara muslim lainnya ternyata juga mengenal tradisi buka bersama di negaranya.

“Namun, pelaksanaan buka bersama di beberapa negara tersebut tentu memiliki corak yang berbeda. Hal ini karena budaya merupakan ekspresi dari pandangan hidup masyarakat, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai agama sekaligus konteks sosial, budaya, serta situasi dan kondisi di masing-masing negara,” jelasnya.

Merujuk kepada sumber hadis, Mu’ti menegaskan bahwa mulanya praktik ini tak lepas dari ajaran agama islam. Agama tidak hanya menjadi sumber ajaran spiritual, namun juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menciptakan budaya yang hidup dalam keseharian.

“Orang yang berpuasa itu memiliki dua kebahagiaan: Ketika berbuka ia bergembira dengan berbukanya, dan ketika bertemu dengan Rabb-nya, ia bergembira karena puasanya,” ujar Mu’ti.

Selanjutnya, ia menambahkan sumber hadis lain tentang keutamaan memberi makan orang yang berpuasa. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” tegasnya.

Dalam konteks Indonesia, Mu’ti menilai bahwa tradisi bukber di Indonesia kini bahkan melampaui batas komunitas keagamaan. “Buka bersama di Indonesia tidak hanya milik umat Islam. Bahkan pemeluk agama lain juga turut memeriahkan dan menyelenggarakannya sebagai arena social gathering, arena untuk berbagi suka dan kebahagiaan,” ungkap Mu’ti. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search