Bukan Dunia yang Kita Kejar: Keteladanan Umar dan Abu Ubaidah

Bukan Dunia yang Kita Kejar: Keteladanan Umar dan Abu Ubaidah
*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Jumat Mubarak,

Suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab ra ingin meninjau langsung pasukan kaum Muslimin yang sedang berada di wilayah Syam (Suriah dan sekitarnya).

Beliau pun menunggangi untanya dan melakukan perjalanan hingga tiba di perbatasan Syam.

Sesampainya di sana, beliau beristirahat di sebuah tenda milik panglima perang saat itu, yaitu Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Abu Ubaidah menyambut beliau dengan penuh hormat dan kehangatan. Saat itu bertepatan dengan waktu makan siang.

Lalu seseorang bertanya kepada Umar,
“Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau ingin disuguhi makanan seperti yang dimakan pasukan, atau makanan seperti yang dimakan panglima pasukan?”

Umar menjawab, “Bawakan keduanya.”

Maka dihidangkanlah terlebih dahulu makanan pasukan. Ternyata isinya adalah daging yang dimasak berkuah mirip semur dan roti yang dicelupkan dalam kuah itu—dikenal sebagai tsarid.

Melihat itu, Umar bertanya,
“Ini makanan pasukan?”

Mereka menjawab, “Benar, wahai Amirul Mukminin.”

Kemudian Umar berkata,
“Sekarang bawakan makanan panglima pasukan.”

Mereka pun membawakan makanan Abu Ubaidah: hanya remah-remah roti kering dan sedikit susu.

Padahal sebagai panglima, ia pantas mendapat makanan yang lebih baik karena tugas dan tanggung jawabnya yang berat.

Melihat itu, Umar bin Khattab pun menangis.
Beliau berkata, “Benarlah Rasulullah, yang menjulukimu sebagai Aminu hadzihil ummah—orang yang paling dapat dipercaya di umat ini.”

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah pernah menjadi prajurit di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid ketika mereka sedang berjihad dan menaklukkan negeri-negeri.

Suatu hari, Umar bin Khattab mengirim surat dari Madinah berisi keputusan untuk memberhentikan Khalid bin Walid dari jabatan panglima, dan mengangkat Abu Ubaidah sebagai penggantinya.

Namun, ketika menerima perintah itu, Abu Ubaidah berkata kepada Khalid:

“Demi Allah, aku sebenarnya tidak suka memutus perjuanganmu ini.
Bukan kekuasaan dunia yang kita cari, dan bukan pula demi dunia kita bekerja.
Kita semua adalah saudara karena Allah.” (*)

Tinggalkan Balasan

Search