Busyro Muqoddas: Ekskul Jurnalis SMP Muhammadiyah 7 Surabaya Bisa Jadi Rujukan Sekolah di Indonesia

Busyro Muqoddas, memberikan apresisi pada SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. (ist)
www.majelistabligh.id -

Tokoh nasional sekaligus mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, memberikan apresisi pada SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Sebab pola pendidikan dan pengembangan bakat jurnalisme yang diterapkan oleh sekolah dengan tagline “Sekolahnya Para Pemimpin” ini layak menjadi rujukan nasional bagi sekolah-sekolah lain di seluruh penjuru Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Busyro dalam sesi wawancara eksklusif bersama tim jurnalis sekolah, usai mengisi kajian yang dihadiri oleh ribuan jamaah di Masjid Gunung Sari Indah (GSI), Karang Pilang Surabaya.

Busyro menyoroti betapa krusialnya penguasaan komunikasi visual dan tulisan bagi generasi muda saat ini. Menurutnya, langkah sekolah membekali siswanya dengan kemampuan jurnalisme dan sinema selama empat tahun terakhir adalah sebuah langkah yang sangat modern dan tepat sasaran.

“Apa yang dilakukan SMP Muhammadiyah 7 Surabaya ini luar biasa. Ini modern karena di masa depan, setiap individu harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan gagasan secara efektif,” ungkap Busyro.

Busyro Muqoddas, saat wawancara. (ist)
Busyro Muqoddas saat wawancara. (ist)

Pihaknya juga menekankan bahwa jurnalisme bukan sekadar hobi, melainkan instrumen penting dalam demokrasi yang harus diperkenalkan sejak dini.

Mencetak Pemimpin dengan “Trilogi Karakter”

Di sisi lain, Busro yang juga Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyatakan bahwa untuk menjadi pemimpin bangsa yang kuat (strongly leadership), seorang siswa tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi harus mampu merumuskan tiga pilar utama yang dipraktikkan dalam kegiatan jurnalistik di sekolah, yakni:

  1. Iman: Sebagai fondasi keyakinan yang fundamental dalam setiap tindakan.
  2. Ilmu: Sebagai landasan berpikir yang objektif dan cerdas.
  3. Amal (Keterampilan): Sebagai wujud nyata dari ilmu, yang dalam hal ini diimplementasikan melalui karya jurnalistik dan sinema.

Karena itu, Busyro berharap agar prestasi dan kurikulum berbasis kepemimpinan ini terus didukung secara sinergis melalui “Trilogi Pendidikan”, yakni kerja sama antara Orang tua, Guru, dan Masyarakat.

“SMP Muhammadiyah 7 Surabaya ini sudah mendidik sejak awal dengan cara luar biasa, ini benar-benar bisa menjadi contoh se-Indonesia,” tutupnya.|| Rachell Fattama Azzahrah (siswa SMPM 7 Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Search