Tradisi cahaya Ramadan yang telah berusia sekitar 450 tahun kembali bersinar di langit Istanbul, Turki. Di antara dua menara megah Masjid Yeni, tulisan bercahaya mahya menampilkan pesan sederhana namun sarat makna: “Zakat membawa berkah.”
Kalimat itu menjadi pesan terakhir yang menghiasi langit kota pada penghujung Ramadan tahun ini, mengingatkan umat Islam tentang pentingnya berbagi dan kepedulian sosial di bulan suci. Cahaya-cahaya lampu yang dirangkai membentuk tulisan tersebut tampak menggantung di antara dua menara masjid bersejarah yang berdiri di kawasan Eminonu, salah satu pusat keramaian Istanbul.
Setiap malam selama Ramadan, tradisi ini menjadi pemandangan khas yang menarik perhatian warga maupun wisatawan. Banyak orang berhenti sejenak memandang langit, membaca pesan yang terpancar dari lampu-lampu kecil yang tersusun rapi di antara menara masjid.
Warisan Turki Utsmani
Mahya bukan sekadar hiasan lampu. Tradisi ini merupakan warisan budaya Islam yang telah berlangsung sejak era Kesultanan Turki Ustmani. Sekitar 450 tahun lalu, para ulama dan pengrajin mulai menggantung lampu minyak di antara dua menara masjid untuk membentuk tulisan yang berisi pesan moral dan religius.
Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu simbol spiritual Ramadan di Turki, khususnya di Istanbul. Kini, meskipun teknologi lampu telah berubah dari lampu minyak menjadi lampu listrik modern, esensi tradisi mahya tetap dipertahankan. Tulisan yang ditampilkan biasanya berupa kalimat singkat yang mengandung pesan keimanan, kebaikan, atau pengingat tentang nilai-nilai Islam.
Spesialis dekorasi mahya, Kahraman Yildiz, menjelaskan pesan yang dipilih setiap Ramadan tidak ditentukan secara sembarangan. Ada proses seleksi yang melibatkan lembaga keagamaan dan para ahli tradisi.
“Komite menetapkan tema untuk Ramadan. Tahun ini temanya ‘Ramadan, masjid, dan kehidupan.’ Berdasarkan tema itu, Mufti Istanbul menyiapkan daftar ungkapan. Dari daftar tersebut kami memilih kalimat yang akan ditampilkan,” jelas Yildiz dilaporkan Viory, Senin (16/3/2026).
Pesan dari Langit
Dari berbagai ungkapan yang disiapkan, beberapa pesan dipilih untuk ditampilkan secara bergantian selama Ramadan. Di Masjid Yeni, pesan “Zakat membawa berkah” menjadi tulisan kelima sekaligus terakhir yang digantung di antara menara. Sebelumnya, berbagai pesan lain juga telah ditampilkan untuk mengingatkan masyarakat tentang nilai spiritual Ramadan.
Setiap pergantian pesan dilakukan dengan cara menurunkan rangkaian lampu lama dan menggantinya dengan rangkaian baru yang membentuk kalimat berbeda. “Hari ini kami menurunkan tulisan keempat yang sebelumnya tergantung di antara menara Masjid Yeni di Eminonu. Tulisan itu berbunyi ‘Ada kehidupan di masjid.’ Hari ini kami memasang pesan kelima dan terakhir tahun ini, yakni ‘Zakat membawa berkah,” ujarnya.
Menulis di Langit
Meski penuh tantangan, Yildiz mengaku selalu merasakan kebahagiaan tersendiri saat melihat hasil pekerjaannya menyala di langit malam Ramadan. “Anda seperti menulis di langit dengan cahaya seperti bintang. Setiap malam orang-orang berhenti dan melihat kata-kata yang bersinar di atas mereka,” katanya.
Sebelum dipasang di menara masjid, tulisan mahya terlebih dahulu dirancang di bengkel kerja. Setiap huruf dibuat dengan pola khusus, kemudian lampu dipasang pada titik-titik tertentu agar membentuk tulisan yang jelas ketika digantung di antara menara.
Tradisi mahya tidak hanya dipasang di Masjid Yeni. Beberapa masjid bersejarah lainnya juga menampilkan tulisan bercahaya selama Ramadan, seperti Masjid Selimiye dan sejumlah masjid besar di Istanbul.
Pesan terakhir tahun ini, “Zakat membawa berkah,” seakan menutup Ramadan dengan seruan yang kuat, bahwa keberkahan tidak hanya lahir dari ibadah pribadi, tetapi juga dari kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Di langit Istanbul, cahaya mahya kembali membuktikan tradisi lama masih mampu menyampaikan pesan abadi, Ramadan adalah bulan cahaya, harapan, dan keberkahan bagi umat manusia. (*/tim)
