Kementerian Agama (Kemenag) terus mempersiapkan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia tahun 2025. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah menggelar simulasi penyambutan dan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2025, yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (19/4/2025).
Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menegaskan komitmen Kemenag untuk memberikan layanan haji yang ramah bagi lansia dan disabilitas.
“Haji ramah lansia bukan hanya tagline, tapi menjadi semangat dalam seluruh aspek layanan,” ujarnya, Kamis (17/4).
Pada musim haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota sebesar 221.000 jemaah, terdiri dari 203.320 jemaah reguler. Untuk mendukung kelancaran ibadah haji, Kemenag telah menyiapkan sekitar 2.210 petugas yang akan bertugas di berbagai sektor, mulai dari akomodasi, bimbingan ibadah, konsumsi, transportasi, hingga media center haji.
Fokus utama dalam simulasi ini adalah pelayanan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Kemenag menyiapkan tiga skema utama untuk mengurangi kepadatan dan memastikan jemaah lansia, sakit, dan disabilitas tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik:
1. Safari Wukuf: Jemaah dengan risiko tinggi dibawa oleh kendaraan khusus wukuf di Arafah, jemaah tetap di atas kendaraan berhenti beberapa saat kemudian kembali ke hotel transit.
2. Murur: Jemaah melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan dan langsung menuju Mina. Pemetaan jemaah yang melaksanakan haji dengan murur, tahun ini ditargetkan 25 persen dari jemaah.
3. Tanazul: pulang-balik dari Mina ke Hotel di sela-sela melaksanakan ibadah di Mina. Skema baru yang disiapkan oleh panitia PHU dan diikuti oleh 37.000 jemaah. Mereka diinapkan di hotel dekat Jamarat dan menuju lokasi lempar jumrah pada hari Tasrik.
Kabid Linjam (Perlindungan Jemaah) PPIH 2024 Kolonel Harun Alrasyid menjelaskan, jemaah akan diarahkan menuju lantai 3 Jamarat melalui terowongan dan jalanan menanjak. Lempar jumrah akan dilakukan bertahap mulai 10 hingga 13 Zulhijah, dimulai dari jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.
Simulasi operasional Armuzna melibatkan tiga daerah kerja (Daker), yakni: Daker Bandara, Daker Madinah, dan Daker Makkah. Karena tiga daker tersebut akan menempati pos-pos di daerah Armuzna. (afifun nidlom)
