Menjelang pendorongan jemaah haji gelombang pertama menuju Miqat Bir Ali, kesiapan para petugas dan koordinasi antar sektor ditingkatkan. Kepala Seksi Khusus (Kaseksus) Bir Ali, Muhammad, memastikan bahwa seluruh prosedur dan mitigasi telah disiapkan secara matang untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan jemaah.
Cuaca pagi ini di Miqat Bir Ali cukup sejuk 29 derajat, namun makin siang akan naik suhunya dengan puncaknya diperkirakan jam 14:00 Waktu Arab Saudi, suhu mencapai 42 derajat.
Dalam keterangannya Sabtu pagi, Muhammad menegaskan pentingnya koordinasi antar petugas sektor, Ketua Kloter (Ketua Rombongan), Karu (Ketua Regu), dan Karom (Ketua Rombongan) agar senantiasa mengingatkan jemaah untuk sudah dalam keadaan berikhram dan berwudu sejak dari hotel.
“Ini bertujuan agar sesampainya di Bir Ali, jemaah cukup melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, lalu kembali ke bus untuk melafalkan niat ihram,” jelasnya.
Salah satu tantangan utama dalam pendorongan jemaah adalah keinginan lansia dan disabilitas untuk turut turun dari bus, meski sebelumnya telah diimbau agar tetap di dalam kendaraan. Rasa khawatir tertinggal dan dorongan kebersamaan kerap membuat mereka ikut turun, yang berpotensi menghambat kelancaran arus.
“Petugas kami yang reaktif akan langsung mendatangi bus dan memberikan himbauan kepada jemaah lansia maupun disabilitas untuk tetap di tempat. Niat ihram dari dalam bus tetap sah, insya Allah,” jelas Muhammad.
Sebanyak 14 personel dikerahkan dan disebar ke lima titik strategis: pintu depan, tengah, belakang, samping, dan area sekitar masjid. Tim perlindungan jemaah dengan pasukan bravo juga disiagakan untuk berpatroli di sekitar lokasi, memastikan tidak ada jemaah yang tersesat dan siap memandu mereka kembali ke bus.
Petugas juga disiagakan di sekitar toilet, karena area ini kerap menjadi titik rawan tertinggalnya jemaah.
“Kami sudah siapkan semua. Insya Allah, semua berjalan aman dan lancar,” tambahnya optimis.
Khusus bagi jemaah, Muhammad memberikan tips praktis agar tidak tersesat: hafalkan nomor bus, lokasi tiang parkir, dan pintu keluar-masuk.
“Setiap toilet ada nomor, dan bus parkir tepat di depannya. Pastikan turun dan kembali melalui pintu yang sama,” ujarnya.
Kepada Karu dan Karom, ia menekankan pentingnya menunggu di sekitar pintu masuk sebelum seluruh jemaah kembali berkumpul.
“Jangan sampai ada jemaah yang tertinggal karena petugasnya sudah naik bus lebih dulu,” tutupnya. (afifun nidlom)
