Cek Kesiapan Fasilitas Armuzna, Fokus Kenyamanan Lansia Jelang Haji 2025

www.majelistabligh.id -

Menjelang puncak haji 1446 H/2025 M, otoritas Arab Saudi terus mematangkan berbagai persiapan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Fokus utama persiapan adalah memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah, terutama bagi kelompok lansia, disabilitas, dan risiko tinggi yang jumlahnya signifikan dalam kloter haji tahun ini.

Pantauan pada Kamis (15/5), pukul 09.20 waktu Arab Saudi, menunjukkan tenda-tenda di Arafah telah mulai diisi dengan karpet, kasur, dan sistem pendingin ruangan. Petugas terlihat sibuk membersihkan area, mengecek kelayakan toilet, dan memastikan air conditioner (AC) berfungsi optimal untuk kenyamanan jemaah selama wukuf pada 9 Zulhijah, yang diperkirakan jatuh pada 5 Juni 2025.

Tidak hanya di Arafah, otoritas Saudi juga tampak mempercepat pembenahan jalan-jalan menuju Muzdalifah dan Mina. Hal ini untuk memastikan pergerakan jemaah saat mabit dan lempar jumrah berlangsung aman dan lancar.

Cek Kesiapan Fasilitas Armuzna, Fokus Kenyamanan Lansia Jelang Haji 2025
Petugas sedang mengecek fasilitas di di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (foto:afifun nidlom/majelistabligh.id)

Kementerian Agama RI telah menyiapkan skema murur, yaitu opsi bagi jemaah tertentu yang memiliki kesehatan dengan resiko tinggi untuk tidak turun dari bus di Muzdalifah, melainkan hanya melintasinya menggunakan bus dari Arafah menuju Mina. Skema ini direncanakan untuk Sekitar 25% dari total 203.320 jemaah haji reguler.

“Skema ini diprioritaskan untuk jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi, demi menjaga kesehatan mereka,” ujar pejabat Kemenag RI.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan skema tanazul yang direncanakan diikuti oleh sekitar 37 ribu jemaah.

Penempatan jemaah skema tanazul berada di hotel sekitar Jamarat. Mereka mabit di Mina dengan mengambil waktu di akhir malam lalu melakukan lempar jumrah, setelah itu kembali ke hotel. Ini dilakukan baik saat jumrah aqabah, nafar awal dan nafar tsani. Skema ini digunakan untuk mengurangi kepadatan di area Jamarat.

Jemaah yang masuk dalam skema tanazul tetap akan kembali ke Mina untuk prosesi lempar jumrah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Untuk kelancaran dua skema strategis ini, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan delapan syarikah penyedia layanan haji di Arab Saudi. Langkah ini diambil agar pelaksanaan skema murur dan tanazul berjalan tanpa kendala teknis di lapangan. (afifun nidlom)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search