Dalam rangka mencetak generasi Qur’ani yang menjadi rahmat bagi semesta, SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) menyelenggarakan Wisuda Al-Qur’an melalui Ujian Terbuka Imtihan ke-XII dan Tasmi’ Tahfidz ke-IV.
Acara penuh khidmat ini berlangsung pada Sabtu, 3 April 2025, di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 168 siswa dari kelas 2 hingga 6 mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 110 siswa Khatmil Qur’an dan 58 siswa Tasmi’ Tahfidz.
Para wisudawan dan wisudawati ini telah berhasil melalui tahapan munaqosyah dan ujian tasmi’ Al-Qur’an yang digelar pada bulan November 2024 lalu.
Mereka berhasil menghafal beberapa juz Al-Qur’an, yakni Juz 1, 2, 3, 27, 28, 29, dan 30, yang menjadi bagian dari target pembelajaran Limas Tilawatil Qur’an (LTQ).
Ketua panitia Mu’asri, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an di lingkungan SDM Limas. Juga sebagai tolok ukur pencapaian pembelajaran Al-Qur’an selama semester gasal tahun ajaran 2024–2025 yang mencakup sekitar 70 kali pertemuan.
“Ini penting untuk menjadikan para siswa tidak hanya sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi juga pengamal ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Harapannya, terang Mu’asri, kegiatan ini dapat mendorong motivasi siswa dalam memperdalam bacaan serta menambah hafalan Al-Qur’an.
“Bagi siswa yang telah khatam akan diberikan syahadah resmi dari Pesantren Nurul Falah Surabaya sebagai mitra SDM Limas,” tutur Mu’asri.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di lingkungan Muhammadiyah dan dunia pendidikan, di antaranya jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Majelis Dikdasmen PCM Wiyung, pengawas Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pimpinan Pesantren Nurul Falah, pengurus Komite IKWAM SDM Limas, serta para kepala sekolah dari TK Aisyiyah 31, SMPM 17, dan SMAM 9. Kehadiran para wali murid juga menambah kekhidmatan dan kebahagiaan acara ini.
Di tengah suasana haru dan bangga, salah seoarang peserta, Aisyah Dzakiyyah Inayatullah, siswi kelas 6 Ibnu Rusdy, menyampaikan pengalamannya mengikuti Imtihan dan Tasmi’ Tahfidz.
“Alhamdulillah, mengikuti kegiatan ini sangat menyenangkan dan menginspirasi. Saya merasa lebih mencintai Al-Qur’an, dan bangga bisa menjadi bagian dari Tasmi’ Tahfidz IV dan Imtihan XII. Semoga adik-adik saya bisa mengikuti jejak ini dan menjadi lebih baik lagi,” ujar Aisyah yang telah berhasil menghafal tujuh juz.
Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari komitmen SD Muhammadiyah 15 Surabaya dalam membina generasi yang berjiwa Qur’ani, tidak hanya cakap secara intelektual tetapi juga kuat secara spiritual. Imtihan dan Tasmi’ bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses panjang pendidikan karakter Islami sejak usia dini. (ali shodiqin)
