Langkah dakwah berkemajuan kembali digelorakan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA). Selama dua hari, Sabtu–Ahad (12–13/7/2025), LPPA menggelar Training of Trainer (TOT) “Madrasah Perempuan Berkemajuan” di kantor pusat Aisyiyah, Jalan Ahmad Dahlan No. 32, Yogyakarta.
Sebanyak 43 peserta hadir dari berbagai wilayah dan daerah, terdiri dari unsur LPPA tingkat Wilayah dan Daerah. Jawa Timur turut mengirimkan wakilnya, yakni Ana Aziza dan Sri Lestari dari LPPA PWA Jatim.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar strategis Aisyiyah untuk menyiapkan kader daiyah perempuan yang tak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga tajam secara spiritual dan sosial.
“TOT ini bertujuan mencetak pelatih-pelatih yang siap mengarusutamakan nilai-nilai Islam berkemajuan hingga ke level komunitas akar rumput,” ujar Prof. Siti Syamsiatun, M.A., Ph.D, Ketua LPPA Pimpinan Pusat Aisyiyah.
Menurutnya, para peserta tak hanya akan menerima materi, tetapi memiliki tugas untuk menggulirkan pelatihan serupa di wilayah masing-masing, demi memperluas jangkauan dakwah perempuan berkemajuan.
Dakwah Intelektual: Kolaborasi Bayani, Burhani, dan Irfani
Hari pertama TOT ini menghadirkan lima sesi penting. Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Alimatul Qibtiyah, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Ia mengupas mendalam tentang Manhaj Muhammadiyah, khususnya dalam pengambilan keputusan hukum yang memadukan pendekatan Bayani (teks), Burhani (nalar), dan Irfani (hikmah spiritual).
Sementara sesi kedua, Prof. Siti Syamsiatun menyampaikan pentingnya pemahaman agama secara utuh. Perempuan, menurutnya, harus mampu membaca hadis berdasarkan asbabul wurud dan memahami ayat Al-Qur’an dalam konteks asbabun nuzul agar mampu mengaktualisasikan nilai Islam dalam kehidupan yang kompleks.
TOT ini merupakan bagian dari gerakan dakwah perempuan berkemajuan yang konsisten digelorakan Aisyiyah. Bukan hanya soal kesetaraan, tetapi bagaimana perempuan bisa tampil sebagai pelopor perubahan sosial yang berbasis nilai-nilai profetik.
Melalui TOT ini, Aisyiyah mendorong lahirnya kader-kader da’iyah yang mampu menjembatani antara ilmu, iman, dan aksi nyata. Sebuah gerakan sunyi namun pasti, dari pusat ke pelosok, dari mimbar ke komunitas. (ana aziza).
