Creative Writing Training Ala SD Al Kautsar Kota Pasuruan

Para siswa SD Al Kautsar Kota Pasuruan mengunjungi jejak sejarah Kota Pasuruan. (ist)
www.majelistabligh.id -

Lebih dari 100 siswa-siswi kelas 5 SD Al Kautsar Kota Pasuruan, mengikuti Program Creative Writing Training tentang “ Jejak sejarah, cerita dan harapan dari kota Pasuruan.“ Program tahunan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan budaya literasi siswa di sekolah.

Program ini sekaligus melatih siswa untuk literasi dan menulis buku antologi siswa yang nantinya akan dihasilkan setelah program pelatihan berakhir.

Tema “Jejak sejarah, cerita dan harapan dari kota Pasuruan “,diambil karena tahun ini anak-anak diajak untuk menulis tentang Cagar Budaya yang berada di kota Pasuruan. Semua peserta pelatihan diajak berkeliling langsung ke tempat-tempat bersejarah yang menjadi obyek dari tulisan mereka nanti.

Nampak di raut wajah mereka sangat senang, enjoy dan menikmati setiap perjalanan mulai dari berangkat sampai di lokasi bangunan bersejarah. Ada beberapa tempat yang menjadi destinasi kali ini yakni Pelabuhan, Rumah Singa, Tower Air, Gedung Harmoni dan Tugu Kota Pasuruan.

Pelatihan menulis ini didampingi oleh Hanif Asyhar dan A’i Mulyani Az Zahra, yang sudah beberapa tahun terakhir digandeng SD Al Kautsar kota Pasuruan, terkait program literasi menulis.

Setelah siswa-siswi melihat langsung gedung-gedung bersejarah tersebut, mereka diperkenalkan terkait sejarahnya, serta fungsi dari bangunan tersebut. Belajar sejarah tidak hanya dengan membaca buku, tetapi dengan datang langsung ke lokasi serta menuliskan pengalaman tersebut merupakan salah satu cara untuk menjaga sejarah itu sendiri.

Manfaat melatih menulis bagi anak-anak sejak dini, diantaranya:

  1. Menulis dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Daya ingat.

Di saat anak menuliskan apa yang mereka pelajari, maka otak mereka akan bekerja lebih aktif dalam memproses dan menyusun informasi. Proses fisik menggerakkan pena di atas kertas dapat membantu memperkuat koneksi saraf, sehingga anak lebih mudah mengingat materi pelajaran atau pengetahuan yang didapatkan dibandingkan hanya dari membaca atau mendengarkan saja.

  1. Menulis adalah Media Pengembangan Kreativitas dan Imajinasi.

Melalui cerita pendek atau buku harian, anak-anak belajar menciptakan dunia mereka sendiri, menyusun plot dan membangun karakter. Hal ini dapat melatih kemampuan berfikir kritis dan pemecahan masalah sejak dini. Anak yang terbiasa menulis akan memiliki pola pikir yang lebih terstruktur dan inovatif.

  1. Menulis berfungsi sebagai Sarana Ekspresi Emosional.

Tidak semua anak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaan secara lisan. Maka menulis ini dapat menyalurkan emosi, kegelisahan atau kebahagiaan mereka ke dalam bentuk tulisan.

  1. Keterampilan Menulis yang baik, akan Mampu Meningkatkan Kepercayaan Diri.

Ketika seorang anak mampu merangkai kalimat dengan benar dan idenya dipahami oleh orang lain, mereka akan merasakan kebanggaan.

Oleh karena itu mari kita membiasakan anak-anak untuk melek literasi membaca, mendengar dan kemudian dilanjutkan dengan literasi menulis agar dapat memberikan bekal kemampuan menulis yang akan bermanfaat untuk masa depannya. Salam literasi. || Hanif Asyhar, M. Pd, C.H, C. Ht, Trainer Spiritual Healthy Parenting dan Konsultan Pengembangan Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Search