Di tengah suhu ekstrem dan udara kering khas Jazirah Arab, sebanyak 48.628 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah hingga Kamis (8/5) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), angka ini mewakili 23,92 persen dari total kuota nasional sebanyak 203.320 jemaah.
Dari jumlah tersebut, 21,44 persen atau 10.424 jemaah tergolong lanjut usia (lansia). Meski harus menghadapi cuaca panas mencapai 41 derajat Celsius, semangat para jemaah lansia tetap tinggi menjalani rangkaian ibadah awal di Tanah Suci.
Hari ini saja, telah diberangkatkan 10 kloter dengan total 3.875 jemaah menuju Madinah. Kloter pertama berasal dari SOC 24 (Solo) menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6124, sementara kloter terakhir dijadwalkan berangkat malam hari dari SUB 22 (Surabaya) dengan maskapai Saudi Airlines SV 5253.
Namun, kabar duka turut menyelimuti. Seorang jemaah asal Banjarnegara bernama Daimah dilaporkan wafat di fase awal pemberangkatan, menjadi satu-satunya kasus kematian sejauh ini.
Cuaca Madinah Ekstrem: Panas Kering dan Angin Kencang
Menurut laporan AccuWeather, suhu di Madinah hari ini diperkirakan mencapai 41°C, dengan kelembapan rendah di angka 12 persen dan kecepatan angin 23 km/jam dari arah barat daya. Kondisi ini memperbesar risiko dehidrasi dan kelelahan panas, terutama bagi jemaah lansia dan mereka dengan komorbiditas.
Indeks UV juga berada pada level 6 dari skala 11, yang menandakan tingkat paparan sinar matahari sedang hingga tinggi. Meski langit cerah, debu tipis masih menyelimuti kawasan sekitar, menambah tantangan fisik bagi para jemaah.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan seluruh jemaah, terutama yang rentan, agar membatasi aktivitas luar ruangan saat siang hari. PPIH juga menyarankan penggunaan topi, payung, kacamata hitam, serta konsumsi air yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.
Jarak hotel ke Masjid Nabawi yang relatif dekat, sekitar 650–850 meter, sebaiknya dimanfaatkan dengan tenang dan tidak tergesa, terutama pada jam-jam terik. (afifun nidlom)
