Daker Madinah Sektor 1 Siap Sambut Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia

www.majelistabligh.id -

Menjelang kedatangan jemaah haji kloter pertama, Kepala Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Djumadi Wali, menyampaikan kesiapan timnya dalam memberikan pelayanan optimal kepada tamu Allah. Hal ini diungkapkan saat ditemui di Media Center Haji di Kantor Daker Madinah pada Kamis (1/5/2025).

Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) Kementerian Agama, gelombang pertama kedatangan jemaah ada 18 kelompok terbang (kloter) yang diperkirakan akan tiba  di Madinah Jum’at (2/5/2025) pukul jam 06:00 Waktu Arab Saudi.  Sektor 1 Daker Madinah akan menampung 9 kloter.

Djumadi menjelaskan,  petugas Sektor 1 telah tiba di Madinah pada 29 April. “Alhamdulillah, pagi tanggal 30, seluruh petugas sudah briefing, melakukan apel pagi dan dilanjutkan dengan ta’aruf, baik antara petugas dari Indonesia maupun tenaga pendukung lokal,” ujarnya.

Menurutnya, observasi dan orientasi lapangan juga telah dilaksanakan untuk memastikan kesiapan 18 hotel yang akan menjadi tempat tinggal jemaah haji Indonesia di wilayah Sektor 1.

“Kami juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar penempatan jemaah sesuai rencana dan tidak menimbulkan kendala berarti di lapangan,” imbuhnya.

Sektor 1 Daker Madinah menyediakan enam layanan utama bagi jemaah haji, yakni:

1. Layanan bimbingan ibadah
2. Layanan akomodasi
3. Layanan transportasi
4. Layanan konsumsi
5. Perlindungan jemaah
6. Layanan haji lansia

Terkait jumlah jemaah yang akan ditempatkan di Sektor 1, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Daker Madinah untuk memastikan jumlah pasti dan rincian kloter.

Djumadi juga memaparkan inovasi transportasi berupa sistem stiker identifikasi yang akan ditempelkan pada bus.

“Stiker mencantumkan asal kloter, nomor rombongan, dan nomor bus. Ini bertujuan agar jemaah tidak salah menaiki kendaraan saat proses pendorongan dari hotel menuju masjid atau tempat lain,” jelasnya.

Setiap bus nantinya akan dikawal oleh satu karom (ketua rombongan) dan kemungkinan besar akan disertai petugas dari kloter masing-masing untuk memudahkan koordinasi di lapangan.

Menanggapi fenomena arba’in—keinginan jemaah untuk melaksanakan 40 waktu salat berjamaah di Masjid Nabawi—Pak Djumadi mengimbau agar jemaah tidak terlalu memaksakan diri.

“Sejak dari Indonesia sudah kami sampaikan dalam manasik, bahwa pelaksanaan arba’in tidak bisa dijadikan target utama karena tidak semua jemaah akan dapat 40 waktu penuh selama di Madinah. Fokus utama tetap pada kesehatan dan pelaksanaan ibadah haji secara keseluruhan,” katanya.

Sektor 1 dikenal sebagai kawasan strategis yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. “Hotel-hotel di sektor 1 berada di Jalan King Fahd, tepat di depan Masjid Nabawi. Ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri karena memudahkan jemaah dalam melaksanakan ibadah,” ujar Djumadi.

Mengantisipasi kemungkinan jemaah dari sektor lain yang mencari bantuan ke Sektor 1, Djumadi menegaskan bahwa pihaknya tetap akan memberikan pelayanan maksimal.

“Kami sudah siapkan prosedur. Jika ada jemaah dari sektor lain yang datang ke sini, akan kami bantu dan arahkan kembali ke sektor asalnya melalui koordinasi lintas sektor,” jelasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search