Dakwah dari Masa ke Masa

www.majelistabligh.id -

Mereka adalah kaum yang selalu memperhatikan matahari (untuk waktu salat mereka), mereka selalu mengerjakan salat di mana pun waktu salat mereka jumpai sekalipun mereka berada di atas punggung hewan kendaraan. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur. (Ash-Shaff: 4) Bahwa Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) tidak sekali-kali berperang melawan musuh melainkan terlebih dahulu mengatur barisan pasukannya membentuk saf, dan ini merupakan strategi yang diajarkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) kepada orang-orang mukmin.

Dan firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala): “Seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.{ (Ash-Shaff: 4) Yaitu sebagian darinya menempel dengan sebagian lainnya dalam saf peperangan.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Ash-Shaff: 4) Yakni kokoh dan tidak rapuh, sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisan safnya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: “Seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Ash-Shaff: 4)

Tidakkah Anda melihat para pekerja bangunan? Mereka tidak suka bila bangunan yang dikerjakannya acak-acakan. Demikian pula Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak suka bila perintah-Nya diacak-acak.

Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kaum mukmin untuk berbaris dengan rapi dalam peperangan mereka dan juga dalam salat mereka, maka peganglah oleh kalian perintah Allah (Subhanahu wa Ta’ala) ini, karena sesungguhnya perintah ini akan menjadi pemelihara diri bagi orang yang mengamalkannya. Semua pendapat di atas di kemukakan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Amr As-Sukuni, telah menceritakan kepada kamj Baqiyyah ibnul Walid, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Yahya ibnu Jabir At-Ta’ir, dari Abu Bahriyyah yang mengatakan bahwa dahulu mereka tidak suka berperang dengan mengendarai kuda dan mereka lebih suka berperang dengan jalan kaki karena ada firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala) yang mengatakan: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh. (Ash-Shaff: 4)

Dan tersebutlah bahwa Abu Bahriyyah sering mengatakan, “Apabila kalian melihatku menoleh dalam safku, maka pukullah daguku.”

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. (*)

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

Tinggalkan Balasan

Search