Dari Heidelberg, PCIM Jerman Mantapkan Kiprah Dakwah Global Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman sukses mengadakan Musyawarah Cabang Istimewa (Musycabis) tahun 2025. Acara penting ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (19-20/2025), dan dilaksanakan secara hybrid.

Meskipun sebagian peserta mengikuti secara daring dari berbagai kota di Jerman dan negara lainnya, pusat kegiatan digelar secara luring di kota bersejarah Heidelberg, Jerman.

Musycabis ini menjadi momen strategis dan penuh semangat bagi kader Muhammadiyah yang menetap di Jerman. Tak sekadar forum pergantian kepemimpinan, acara ini menjadi ruang refleksi kolektif dan peneguhan ideologis gerakan Muhammadiyah dalam konteks global.

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut adalah hadirnya Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan—atau yang akrab disapa Gus Bachtiar—yang memberikan orasi inspiratif dan membakar semangat para peserta Musycabis.

Dalam pidato pembukaannya, Gus Bachtiar menyampaikan pesan spiritual yang kuat dan menyentuh hati. Dia mengingatkan bahwa keberadaan diaspora Muhammadiyah, termasuk PCIM Jerman, bukan hanya sebagai komunitas warga Indonesia di luar negeri, tetapi juga sebagai duta ideologis Muhammadiyah.

Diaspora Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk terus menyalakan nilai-nilai Islam berkemajuan di kancah internasional.

“Saudara-saudara adalah para duta dakwah. Kalian membawa wajah Islam Indonesia yang damai, inklusif, dan berpihak pada kemanusiaan. Ini bukan tugas ringan, melainkan amanah besar yang harus diemban dengan integritas dan kebijaksanaan,” ujar Gus Bachtiar dalam orasinya.

Dia juga menekankan bahwa anggota PCIM harus menjadikan nilai-nilai utama Muhammadiyah seperti ta’awun (saling tolong-menolong), muhasabah (refleksi diri), dan tajdid (pembaharuan) sebagai panduan dalam bertindak dan menjalankan program.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi kunci untuk membangun komunitas yang sehat, dinamis, dan mampu memberi kontribusi nyata dalam lingkungan lokal maupun global.

Gus Bachtiar juga mengingatkan pentingnya hubungan yang erat dan berkesinambungan antara PCIM Jerman dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Indonesia.

Dia  menilai konektivitas ini sangat vital agar gerakan Muhammadiyah di luar negeri tetap selaras secara ideologis, organisatoris, dan kultural dengan garis besar perjuangan Muhammadiyah secara nasional.

“Jangan sampai terputus dari pusat. Hubungan struktural dan kultural harus terus dipelihara agar kita tetap satu tarikan napas dalam mewujudkan Islam yang mencerahkan,” tambahnya.

Setelah menyampaikan pidato arahannya, Gus Bachtiar secara resmi membuka Musycabis PCIM Jerman 2025. Ia menegaskan bahwa Musycabis bukan sekadar forum formal untuk memilih pimpinan baru, tetapi sebuah tradisi deliberatif khas Muhammadiyah yang demokratis, terbuka, dan penuh semangat kolektivitas.

Agenda berikutnya adalah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PCIM Jerman untuk periode 2023–2025.

Laporan ini disampaikan langsung oleh Ketua PCIM Jerman sebelumnya, Diyah Nahdiyati. LPJ tersebut tidak hanya memuat pencapaian administratif, namun juga menjadi refleksi strategis terhadap program-program kerja yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir.

Diyah menyoroti berbagai capaian, tantangan, serta langkah-langkah perbaikan untuk masa depan.

Dalam forum ini pula, ditetapkan formasi kepemimpinan baru PCIM Jerman untuk periode 2025–2027. Alda K. Yuda, mahasiswa program doktoral di Goethe Universität Frankfurt, terpilih sebagai Ketua Harian. Dia akan didampingi oleh Fachri Aidulsyah dan Irma Kasri sebagai bagian dari tim pimpinan harian.

Penunjukan pimpinan baru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola organisasi PCIM Jerman yang berbasis prinsip syura (musyawarah) dan akuntabilitas formal. Formasi baru ini juga diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat baru dan memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di Benua Eropa.

Tim pimpinan harian diberi amanah untuk segera menyusun struktur lengkap kepengurusan, serta menyusun program kerja strategis yang akan dijalankan selama dua tahun ke depan di bawah payung organisasi Muhammadiyah Deutschland e.V.

Dengan terselenggaranya Musycabis ini, PCIM Jerman kembali menegaskan perannya sebagai simpul penting dalam jaringan gerakan Muhammadiyah global. Ke depan, organisasi ini diharapkan terus menjadi wajah Islam Indonesia yang membawa pesan kedamaian, pembaruan, dan kemajuan bagi dunia. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search