Dedikasi Petugas Kesehatan, Demi Jemaah Rela Tak Berhaji

www.majelistabligh.id -

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung penuh tantangan, namun juga menghadirkan kisah heroik dari para petugas kesehatan. Banyak dari mereka mengorbankan kesempatan berhaji demi tetap menjaga ksehatan jemaah. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Taruna Ikrar, anggota Amirul hajj bidang kesehatan, dalam wawancara khusus pada Jumat (6/6/2025).

Menurut Prof. Taruna, jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini mencapai 221 ribu orang, dengan lebih dari 55% di antaranya merupakan lansia. Tak hanya itu, sebagian besar jemaah juga memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, hingga pneumonia.

“Dengan karakteristik jemaah seperti ini, tentu tantangan kesehatan sangat besar. Apalagi jumlah petugas kesehatan kita terbatas. Hanya ada 28 dokter spesialis, seratusan dokter umum, serta tenaga medis lainnya,” jelasnya.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, pelayanan kesehatan tetap optimal. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Pemerintah Arab Saudi, khususnya Kementerian Kesehatan, yang telah memberi akses dan dukungan regulasi bagi tim kesehatan Indonesia.

Fase paling krusial—wukuf di Arafah—telah berhasil dilewati. Padang Arafah dikenal sebagai titik paling rawan dengan risiko kematian tinggi, terutama akibat suhu ekstrem yang bisa memicu dehidrasi dan komplikasi jantung. Tapi berkat kerja keras tim medis dan kesadaran jemaah mengikuti arahan, jumlah kematian bisa ditekan secara signifikan.

“Menurut prediksi artificial intelligence dari pemerintah Saudi, seharusnya ada ratusan kematian. Tapi alhamdulillah, hanya ada tambahan sembilan jemaah yang wafat. Ini sangat jauh di bawah ekspektasi,” ungkap Prof. Taruna dengan rasa syukur.

Saat ini, fokus pelayanan kesehatan tengah bergeser ke Muzdalifah dan Mina, dua lokasi yang tak kalah menantang. Namun Prof. Taruna menyatakan optimisme tinggi bahwa angka kematian akan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Ia juga menuturkan kisah mengharukan dari para tenaga kesehatan: “Banyak dari mereka mengorbankan kesempatan berhaji demi tetap menjaga jemaah. Bahkan ada yang menyerahkan tenda mereka untuk jemaah yang tak kebagian. Ini adalah bentuk dedikasi luar biasa.”

Di akhir wawancara, Prof. Taruna menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh petugas kesehatan yang telah mengabdi sepenuh hati.

“Mereka bekerja sampai titik penghabisan. Loyalitas dan semangat mereka pantas kita apresiasi bersama. Semoga Allah membalas semua amal kebaikan mereka,” pungkasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search