Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Dede Nasrullah, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dia berhasil meraih penghargaan Skor SINTA Tertinggi dalam klaster Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPVIKI) Regional VI Jawa Timur.
Penghargaan ini didasarkan pada penilaian Science and Technology Index (SINTA), sebuah portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
SINTA tidak hanya menjadi basis data publikasi ilmiah di Indonesia, tetapi juga alat ukur kinerja peneliti, institusi, dan jurnal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Atas capaian tersebut, Dede menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian di bidang keperawatan.
“Saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga hasil dari kolaborasi, dukungan, dan suasana akademik yang baik di UM Surabaya. Terima kasih kepada seluruh tim, kolega, dan mahasiswa yang telah membantu saya dalam setiap proses penelitian,” ujar Dede pada Rabu (30/4/2025).
Dia juga menekankan pentingnya riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap ke depan semakin banyak dosen dan mahasiswa yang aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat secara berkesinambungan.
“Ke depan, saya ingin semakin banyak riset yang tidak hanya terbit di jurnal, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pelayanan keperawatan dan kesehatan komunitas. Saya percaya bahwa ilmu yang kita hasilkan harus kembali kepada masyarakat,” tambahnya.
Dede mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah publikasi dan keterlibatan dalam penelitian kolaboratif menjadi faktor penting dalam pencapaiannya.
Dia juga mengajak sivitas akademika UM Surabaya untuk tidak ragu dalam menulis, meneliti, dan berbagi ilmu.
Tak berhenti di situ, Dede memiliki visi besar untuk masa depan. Dia menargetkan bisa masuk dalam daftar World Top 100 Medical and Health Sciences Scientist in Indonesia, sebuah pengakuan bergengsi terhadap kontribusi ilmiah di bidang medis dan kesehatan.
“Target saya selanjutnya adalah masuk ke dalam World Top 100 Medical and Health Sciences Scientist in Indonesia. Saya sadar ini bukan hal yang mudah, tapi dengan kerja keras, strategi riset yang tepat, dan kolaborasi yang kuat, saya yakin bisa mencapainya,” tegasnya.
Capaian Dede Nasrullah ini sekaligus menjadi cerminan kemajuan UM Surabaya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga kuat dalam riset dan inovasi ilmiah.
Rektor dan pimpinan universitas memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Dede, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya. (wh)
