Dermawan Sejati Di Segala Situasi

Dermawan Sejati Di Segala Situasi
*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Allah SWT berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

Ayat ini menjelaskan salah satu ciri utama orang yang bertakwa, yaitu kemampuan untuk bersedekah dalam kondisi apa pun. Baik dalam kelapangan maupun dalam kesempitan.

Inilah yang membedakan dermawan sejati dengan dermawan musiman.

Harta Adalah Titipan Ilahi

Dalam Islam, harta bukan milik mutlak manusia, melainkan titipan dari Allah Swt. yang akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2417)

Maka, dua pertanyaan penting terkait harta adalah:

  • Dari mana kamu mendapatkannya?
  • Untuk apa kamu membelanjakannya?

Dua pertanyaan ini menjadi penentu kualitas amal kita di hadapan Allah, bukan hanya soal berapa banyak harta yang dikumpulkan.

Refleksi Diri

Apakah kita masih mencari harta dengan cara yang tidak halal, hanya demi memenuhi ambisi duniawi?

Sudahkah kita menunaikan zakat, infaq, dan shadaqah untuk mensucikan harta kita dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan?

Zakat adalah kewajiban. Infaq dan shadaqah adalah bentuk kemurahan hati yang akan membuka pintu keberkahan. Allah berjanji dalam firman-Nya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Menjadi Dermawan di Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Di dalamnya terdapat waktu mustajab untuk berdoa, dan amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Maka dari itu, menjadikan hari Jumat sebagai momentum untuk memperbanyak sedekah dan ibadah malam seperti tahajud adalah amalan yang sangat dianjurkan.

“Sedekah di hari Jum’at lebih utama dibanding hari-hari lainnya.” (Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma’ad)

Doa Harian

Yaa Allah, Yaa Ghaniyyu (Maha Kaya),

Jadikanlah harta benda kami sebagai sarana untuk semakin mendekat kepada-Mu, bukan sebagai penghalang dari rahmat dan ridha-Mu. Berilah kami kekuatan untuk selalu berbagi dalam lapang maupun sempit. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Hari Jumat Lebih Berkah dengan Sedekah dan Tahajud.

Jadilah dermawan sejati, yang tetap memberi meski dalam keterbatasan, karena keberkahan sejati bukan pada banyaknya harta, tetapi pada keikhlasan memberi. (*)

Tinggalkan Balasan

Search