Di Balik Fitnah Dunia, Ada Bidadari Surga Menanti

*) Oleh : Dr. Slamet Muliono Redjosari
www.majelistabligh.id -

Al-Qur’an menggambarkan kecondongan sekaligus kecintaan prioritas manusia terhadap wanita. Allah meletakkan wanita, setelah anak-anak, harta (dari jenis emas, perak), kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang, bukan tanpa alasan.

Godaan terhadap wanita pun banyak membuat manusia terfitnah. Betapa banyak manusia tidak tergoda oleh jabatan, kekuasaan, atau harta namun gagal ketika mendapatkan cobaan wanita.

Oleh karenanya, Al-Qur’an memberi janji berupa balasan bidadari, sosok perempuan yang sangat cantik-jelita dan tak pernah tersentuh.

Janji ini merupakan pagar sekaligus pembatas agar manusia tidak terjerumus pada fitnah wanita ketika di dunia, karena di akherat sudah disiapkan dengan yang lebih segalanya.

Wanita dan Perhiasan Dunia

Sudah menjadi tabiat manusia untuk mencintai terhadap wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang.

Al-Qur’an menyatakan bahwa itulah kesenangan hidup di dunia. Wanita sebagai prioritas, dan di tempat pertama bukan tanpa alasan.

Karena manusia memiliki seluruh perangkat kenikmatan seperti harta berupa emas, perak, kendaraan mewah, binatang piaraan dan tanah yang luas, baik tanah datar atau sawah-ladang, tanpa memiliki wanita (istri) maka hidupnya dipandang ada keanehan.

Tidak sedikit manusia yang terperosok pada fitnah wanita, entah istrinya tak terhingga, gonta ganti istri, atau terlibat perzinaan serta perselingkuhan.

Hal ini semakin menguatkan bahwa wanita menjadi godaan bagi manusia. Oleh karenanya, Al-Qur’an sangat tepat ketika menempatkan wanita sebagai urutan pertama. Hal ini sebagaimana dipaparkan Al-Qur’an sebagai berikut :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Āli `Imrān : 14)

Dalam konteks sosial, seseorang bisa jatuh kariernya atau hilang reputasinya karena terlibat dengan skandal wanita.  Oleh karenanya, Al-Qur’an mendorong manusia untuk berhati- terhadap fitnah wanita.

Karena dengan wanita yang baik akan mendorong kesuksesan dan kebahagiaan, tetapi ketika tidak hati-hati terhadap wanita, bisa terjerumus dalam kehancuran.

Bidadari di Surga

Berhati-hati terhadap fitnah wanita bukan perkara mudah tetapi membutuhkan petunjuk dari Allah. Dengan petunjuk Allah, maka manusia akan terbimbing sehingga bisa bebas dari fitnahnya. Balasan terhadap manusia yang bisa menjaga dari fitnah wanita, maka Allah membalas yang jauh lebih baik.

Untuk menghindari fitnah wanita, maka Al-Qur’an mendorong manusia untuk mengingat bahwa nanti manusia akan mendapatkan kenikmatan yang jauh lebih baik.

Mereka harus sabar dan tak terjerumus dengan fitnah wanita. Allah menjanjikan bidadari (Wanita) di surga. Bahkan Al-Qur’an menyatakan bahwa kenikmatan di surga jauh lebih baik. Hal ini dinarasikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

قُلۡ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيۡرٖ مِّن ذَٰلِكُمۡ ۖ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ

Katakanlah, “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Āli `Imrān : 15)

Allah menggambarkan wanita di surga dengan narasi yang sangat indah dan membangkitkan imajinasi yang tinggi. Pelayannya saja digambarkan dengan narasi yang mempesona dengan usia muda. Mereka siap mendharmabaktikan waktunya untuk melayani secara maksimal penghuninya. Hal ini digambarkan sebagaimana firman-Nya :

وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٞ لَّهُمۡ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ

“Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.” (QS. Aţ-Ţūr : 24)

Wanita di surga digambarkan sebagai sosok yang memiliki akhlaq tinggi, tidak pernah melakukan hal-hal tercela, dan tak pernah tersentuh oleh makhluk apapun termasuk jin. Hal ini dinarasikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar-Raĥmān : 56).

Indah dan menakjubkan sekali Al-Qur’an dalam menggambarkan puncak kenikmatan surga. Fitnah wanita di dunia yang berpotensi besar bisa menjerumuskan, namun berhasil dihindari. Allah pun mengganjarnya dengan memberikan wanita yang jauh lebih istimewa.

Keistimewaan itu di antaranya, cantik jelita, putih bersih, dan tak pernah keluar dari tempatnya. Hal ini sebagaimana digambarkan oleh Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

حُورٞ مَّقۡصُورَٰتٞ فِي ٱلۡخِيَامِ

“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.” (QS. Ar-Raĥmān : 72)

Wanita yang suci dan mengagumkan ini sangat layak diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya yang lolos dari dari berbagai fitnah dan godaannya.

Hanya hamba yang beriman dan mendapat petunjuk lah yang layak mendapat wanita istimewa di surga. Kenikmatan itu merupakan puncak yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang berhasil terhindari dari fitnah wanita. (*)

Surabaya, 21 April 2025

Tinggalkan Balasan

Search