Diksuspim Regional Sulawesi 2 Resmi Ditutup, 154 Peserta Siap Majukan Sekolah Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Pendidikan Khusus Pimpinan (Diksuspim) yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk wilayah Regional Sulawesi 2 secara resmi ditutup, pada Rabu (18/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini (16-18/6/2025), diikuti oleh 154 peserta yang berasal dari tiga wilayah strategis: Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Penutupan Diksuspim ini menandai komitmen serius Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola lembaga pendidikan di kawasan timur Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, para fasilitator, dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, kesungguhan, dan komitmen. Ini adalah langkah awal untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah di wilayah masing-masing,” ujar Ketua Panitia, Prof. Erwin Akib, Ph.D.

Menurutnya, semangat dan partisipasi aktif dari seluruh peserta menjadi indikator bahwa pendidikan Muhammadiyah di kawasan ini memiliki potensi besar untuk berkembang.

Diksuspim Regional Sulawesi 2 Resmi Ditutup, 154 Peserta Siap Majukan Sekolah Muhammadiyah
Penganugerahan peserta terbaik Diksuspim Regional Sulawesi 2. foto: msf/majelistabligh.id

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada tataran pelatihan semata, tetapi segera menerapkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.

“Mari kita terapkan ilmu yang telah diberikan oleh para fasilitator. Tidak cukup hanya memahami secara teori, tetapi perlu dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan,” tegasnya di akhir sambutan.

Sementara itu, Muhammad Syofyan, M.M., mewakili Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, menegaskan bahwa kegiatan Diksuspim ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk membangun dan memperkuat kualitas pendidikan Muhammadiyah secara nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.

“Diksuspim ini bukan sekadar kegiatan formal. Ini adalah bagian dari langkah strategis untuk mengubah pola pikir kita sebagai pengelola pendidikan. Kita harus bisa mengubah mindset setelah mendapat materi dari para fasilitator yang berpengalaman,” ujar Syofyan.

Diksuspim Regional Sulawesi 2 Resmi Ditutup, 154 Peserta Siap Majukan Sekolah Muhammadiyah
Muhammad Syofyan, MM. foto: msf/majelistabligh.id,

Dia menambahkan, tidak ada alasan untuk tidak memajukan sekolah Muhammadiyah, meskipun berada di wilayah yang jauh dari pusat.

Menurutnya, semua sekolah Muhammadiyah harus dikelola secara profesional, bukan sekadar apa adanya.

“Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk membuat sekolah Muhammadiyah menjadi maju dan unggul di daerah-daerah. Jangan ada lagi sekolah yang dikelola secara seadanya. Kita harus profesional dan berkemajuan,” tegasnya.

Kegiatan Diksuspim kali ini juga memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satu peserta menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. Ia mengaku, selama menjadi bagian dari Majelis Dikdasmen di daerahnya, baru kali ini berkesempatan mengikuti pelatihan kepemimpinan seperti ini.

“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengikuti Diksuspim ini. Banyak sekali ilmu dan inspirasi yang saya dapatkan. Insyaallah, saya akan menerapkan semua yang saya pelajari untuk memajukan sekolah Muhammadiyah di tempat kami,” ungkapnya.

Diksuspim Regional Sulawesi 2 Resmi Ditutup, 154 Peserta Siap Majukan Sekolah Muhammadiyah
Para peserta Disuspim Muhammadiyah Regional Sulawese 2. foto: msf/majelistabligh.id

Dia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, agar kader-kader pendidikan Muhammadiyah di seluruh penjuru Tanah Air mendapatkan kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah berharap akan muncul semangat baru di kalangan pimpinan sekolah dan pengelola pendidikan Muhammadiyah di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Semangat untuk membangun sekolah yang berkualitas, unggul, dan mampu bersaing secara sehat di tengah tantangan zaman yang terus berubah. (msf/wh)

Tinggalkan Balasan

Search