Diksusupim Region VI Digelar di Surabaya, Muhammadiyah Mantapkan Transformasi Pendidikan Unggul

Diksusupim Region VI Digelar di Surabaya, Muhammadiyah Mantapkan Transformasi Pendidikan Unggul
www.majelistabligh.id -

Pendidikan Khusus Pimpinan (Diksusupim) Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah kembali digelar. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk Region VI yang meliputi wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.

Agenda penting ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 11–13 Juli 2025, bertempat di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Jalan Ketintang Wiyata, Surabaya.

Mengusung tema “Edupreneurship dan Transformasi Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan”, Diksusupim kali ini menjadi wadah strategis bagi pimpinan Majelis Dikdasmen di berbagai tingkat untuk memperkuat peran pendidikan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

Diksusupim Region VI diikuti oleh lebih dari 130 peserta dari target 150 orang. Mereka terdiri dari perwakilan Majelis Dikdasmen Wilayah dan Daerah Muhammadiyah di Jawa Timur, NTB, NTT, dan Bali.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Fahri, M.Ag menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan harmonisasi antara Majelis Dikdasmen dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah agar berdampak langsung pada peningkatan mutu dan jumlah peserta didik.

“Harmonisasi antara pimpinan majelis dan sekolah menjadi kunci keberhasilan, terutama dalam meningkatkan jumlah siswa baru dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah,” tegas Fahri pada Jumat (11/7/2025).

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Dr. Didik Suhardi, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara struktur pimpinan pendidikan Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah dengan sekolah-sekolah.

Dia menegaskan bahwa keberhasilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama yang kuat di antara semua elemen.

“Kesuksesan AUM tergantung sinergi. Kalau PWM dan PDM bisa sejalan dengan sekolah, maka dampaknya luar biasa bagi mutu dan keunggulan sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Didik menyampaikan bahwa sekolah Muhammadiyah harus mampu membaca dinamika perubahan masyarakat, termasuk dalam hal tuntutan terhadap fasilitas pendidikan, pelayanan, dan mutu pembelajaran.

“Sekolah Muhammadiyah harus adaptif. Masyarakat sekarang mencari lembaga pendidikan yang berkualitas, dan kita harus menjawab kebutuhan itu,” tambahnya.

Hal ini juga mendukung arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan 1 persen anak-anak Indonesia bisa menempuh studi di luar negeri.

Maka, lulusan sekolah Muhammadiyah diharapkan menjadi bagian dari kelompok unggul tersebut.

Diksusupim Region VI Digelar di Surabaya, Muhammadiyah Mantapkan Transformasi Pendidikan Unggul
Ketua Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Fahri, M.Ag. foto: msf/majelistabligh.id

Didik juga mengingatkan pentingnya mewujudkan amanah Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang menyerukan agar setiap daerah memiliki setidaknya satu sekolah unggulan.

“Sekolah Muhammadiyah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wahana untuk mencetak generasi unggul yang mampu memberi kontribusi besar bagi bangsa dan umat,” katanya.

“Alumni sekolah Muhammadiyah harus menjadi orang-orang hebat, pejabat yang hebat, pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif,” timpal Didik.

Dengan demikian, pendidikan Muhammadiyah diharapkan menjadi motor penggerak perubahan peradaban dan masa depan Indonesia.

Dalam rangka memperkuat nilai-nilai keislaman dan ideologi Muhammadiyah di sekolah, Majelis Dikdasmen PP juga tengah menyiapkan Ujian Nasional Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kurikulum dan buku-buku pendukung untuk pelajaran ini telah disusun dan disosialisasikan secara nasional kepada seluruh Majelis Dikdasmen di Indonesia.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi penguatan karakter peserta didik Muhammadiyah, agar memiliki bekal nilai dan pemahaman ideologis yang kuat di tengah tantangan global.

Dengan semangat edupreneurship dan orientasi pada kualitas, Diksusupim Region VI tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi juga ruang strategis untuk membentuk arah baru pendidikan Muhammadiyah yang unggul, inklusif, dan transformatif. (msf/wh)

Tinggalkan Balasan

Search