Diktilitbang PP Muhammadiyah Gelar Rakor Penguatan AIK

Rapat Koordinasi Nasional Forum Pimpinan Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). (ist)
www.majelistabligh.id -

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kerja bareng dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar Rapat Koordinasi Nasional Forum Pimpinan Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Kegiatan yang berlangsung 8-10 Februari 2026 itu, dilaksanakan di Hotel Wyndham OPI, Kota Palembang.

Acara tersebut dibuka  oleh Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema “Revitalisasi Peran Dosen AIK Sebagai Katalisator Penguatan Profil Peserta Didik Berkemajuan di PTMA”.

Sutrisno yang juga Guru besar Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, menyampaikan materi “Inovasi Metode dan Penguatan NarasI Islam Berkemajuan Dalam Pendidikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)”, dengan 10 (sepuluh) Inovasi Metode dan Penguatan yang ditawarkan, yaitu:

Pertama, AIK diturunkan dan dijiwai oleh Risalah Islam Berkemajuan (RIB), yang dijabarkan sebagaiberikut:

  • AIK menjadi inti dari ideologi Muhammadiyah dan nilai dasar pendidikan.
  • RIB menjadi core values Pendidikan AIK.
  • AIK menjadi kerangka nilai yang terinternalisasi dalam  seluruh sistem pendidikan di PTMA, mulai dari kurikulum, kebijakan kampus, hingga budaya akademik sampai seluruh sistem kehidupan di kampus.
  • RIB menjadi body of knowledge AIK di PTMA.

Kedua, AIK sebagai Living Values dan AIK sebagai Mata Kuliah, meliputi bidang:

  • Sumber pokok ajaran Islam: Aqidah, Ibadah dan Akhlak.
  • Sejarah Peradaban Islam: Klasik-kontemporer
  • Pemikiran Islam: Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Politik, hukum, Budaya, dan lain-lain.
  • Institusi Islam: Pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain-lain.
  • Perkembangan Modern Dalam Islam: Kemuhammadiyahan

Ketiga, AIK diimplementasikan mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, sampai mahasiswa.

Keempat,  AIK diterapkan dengan tiga teori pendidikan yaitu Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi;

Kelima, AIK diterapkan berbasis pada Outcome Based Education (OBE);

Keenam, AIK diterapkan dengan Project Based Education (PBE);

Ketujuh,  AIK diinternalisasikan dengan: Darul Arqam (DA), Baitul Arqam (BA), Living AIK, Padepokan Insan Kamil.

Kedelapan, AIK Diinternalisasikan dengan Program Mentoring AIK.

Kesembilan, AIK Diinternalisasikan dengan Golden Habit.

Kesepuluh, AIK diwujudkan dalam kehidupan kampus (Pedoman Hidup Islami Warga Kampus)

Sutrisno menegaskan bahwa pelaksanaan AIK di PTMA disesuaikan dengan standar umum yaitu kelembagaan, kampus Islami, sumber daya manusia (SDM), integrasi keilmuan, penelitian, pengabdian masyarakat, kemahasiswaan, kerjasama dengan persyarikatan, dan pembiayaan.

Sedangkan standar khusus Pendidikan AIK yaitu kompetensi lulusan AIK, isi AIK, proses pembelajaran AIK, Dosen AIK, sarana prasarana pembelajaran AIK, pembiayaan AIK, pengelolaan pembelajaran AIK, dan penilaian pembelajaran AIK. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search