Usai mengucap sumpah jabatan dengan Al-Quran, Zohran Kwame Mamdani resmi menjadi wali kota New York City, Amerika Serikat, Rabu (31/12/2025) malam, menjelang Tahun Baru 2026. Upacara pelantikan dilaksanakan di stasiun kereta bawah tanah City Hall yang sudah tidak beroperasi. Zohram adalah wali kota New York pertama yang berasal dari kalangan muslim.
Jaksa Agung New York, Letitia James, memimpin pembacaan sumpah jabatan Mamdani yang didampingi oleh keluarganya, termasuk sang istri Rama Duwaji. Mamdani kemudian akan mengikuti upacara terbuka yang dipimpin senator dari negara bagian Vermont, Bernie Sanders, pada Kamis (1/1/2025) sore waktu setempat.
Ada dua Al-Quran yang digunakan dalam pelantikan tersebut, masing-masing dimiliki kakek Mamdani, serta penulis dan sejarawan kulit hitam Arturo Schomburg yang dipinjamkan Perpustakaan Umum New York.
Kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilu November 2025 lalu, tidak lepas dari dukungan “akar rumput”. Terpilihnya pria kelahiran Kampala, Uganda itu sekaligus menjadikan Mamdani sebagai walikota muslim pertama yang memimpin kota berjuluk “The Big Apple City”tersebut.

Dalam janji kampanyenya, Mamdani selalu berpihak pada masyarakat kelas bawah dan minoritas. Setidaknya ada 6 program andalan yang ditawarkan, yakni sewa rumah susun murah hingga gratis, membangun perumahan baru dengan harga terjangkau, transportasi umum gratis, toko kelontong bersubsidi, penitipan anak gratis, dan menaikkan pajak orang kaya.
Lawan Islamophobia
Kemenangan Mamdani tentu saja membuat pemimpin tertinggi AS menjadi gusar. Sebab Zohran yang sebelumnya duduk di kursi parlemen, banyak menyuarakan dukungan pada perjuangan Palestina.
Para Islamophobia Amerika juga kurang rela dengan kemenangan politisi muda dari Partai Demokrat ini. Bayang bayang peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) New York pada 11 September 2001, yang sering dituduhkan pada kelompok terorisme Islam sebagai pelakunya, masih ada di benak sebagian masyarakat AS.
Meskipun demikian, menjelang pelantikan, Mamdani berjanji tetap konsisten memerangi Islamophobia dan rasisme terhadap warga Palestina. Janji itu disampaikan Mamdani menyusul meningkatnya kekhawatiran atas ujaran kebencian dan intimidasi daring yang menargetkan komunitas Muslim dan Palestina di Amerika Serikat. Intimidasi itu terjadi setelah sejumlah insiden kekerasan yang memicu spekulasi dan teori konspirasi di media sosial.
“Sebagai wali kota, saya akan selalu menjaga dan melindungi seluruh warga New York, serta melawan Islamophobia dan rasisme anti-Palestina di setiap sudut kota,” kata Mamdani. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan New York sebagai kota yang aman, inklusif, dan tegas melawan segala bentuk diskriminasi. (*/nun)
