Gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur pada tahun 2022 lalu masih menyisakan misi kemanusiaan jangka panjang, khususnya dalam pemulihan layanan dasar masyarakat. Salah satu ikhtiar tersebut diwujudkan melalui pendirian Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan pascabencana.
Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur resmi beroperasi pada Sabtu (31/1/2026) melalui Program Indonesia Siaga yang digagas oleh Lazismu. Peresmian klinik yang berlokasi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang ini dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur, serta pimpinan Muhammadiyah setempat.
Pembangunan klinik ini memanfaatkan tanah wakaf seluas 2.700 meter persegi yang dikelola Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur. Peletakan batu pertama dilakukan pada Juli 2025 sebagai tindak lanjut pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah tersebut. Klinik didirikan melalui kolaborasi PDM Cianjur bersama Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyoroti perkembangan pesat amal usaha kesehatan Muhammadiyah. Ia menyebut Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur sebagai klinik ke-19 di Jawa Barat.
“Secara nasional, Muhammadiyah mengelola sekitar 500 unit layanan kesehatan, yang terdiri dari lebih dari 300 klinik dan 128 rumah sakit. Ini menunjukkan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan dan berdampak luas,” jelasnya.
Mu’ti juga menegaskan bahwa pada usia ke-113 tahun, Muhammadiyah telah berkembang dari gerakan lokal di Kauman, Yogyakarta, menjadi organisasi berkiprah internasional dengan jaringan di berbagai negara.
Sementara Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur, dr. Hani Zahia Suarsa, menambahkan bahwa gagasan pendirian klinik berangkat dari minimnya fasilitas kesehatan di kawasan rawan bencana tersebut.
“Berawal dari gempa bumi 2022, kami melihat adanya kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan. Harapan kami, klinik ini dapat diterima masyarakat dan dalam lima tahun ke depan berkembang menjadi Rumah Sakit Tipe D,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, yang hadir bersama Wakil Bupati. Ia menilai kehadiran Klinik Pratama PKU Muhammadiyah menjadi kontribusi penting dalam pemulihan daerah.
“Kabupaten Cianjur masih membutuhkan banyak dukungan, mengingat dampak gempa dan pergeseran tanah masih dirasakan. Muhammadiyah memiliki peran besar melalui jaringan pendidikan dan kesehatannya,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, berharap klinik tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Sarampad dan sekitarnya.
“Mudah-mudahan fasilitas yang dibangun dari amanah para donatur ini memberi manfaat luas bagi masyarakat Cianjur dalam memperoleh layanan kesehatan yang bermutu,” katanya.(*/tim)
