Disunahkan untuk Tergesa, Ini 5 Tindakan yang Harus Cepat Dilakukan

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Banyak hal dalam hidup memang butuh perencanaan. Namun, ada beberapa perkara yang justru tak boleh ditunda. Islam mengajarkan bahwa tergesa-gesa itu sifat setan, kecuali dalam lima hal yang justru harus disegerakan. Apa saja itu?

Mari kita simak pesan penuh hikmah dari Hatim Al-Ashom dan sabda-sabda Rasulullah saw berikut ini.

Dari Hatim Al-Ashom:

“Ketergesa-gesaan biasa dikatakan dari setan, kecuali dalam 5 perkara ini:”

1. Menyajikan makanan ketika ada tamu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Al-Bukhari)

2. Mengurus mayit ketika meninggal

Merawat jenazah: ilmunya fardhu ‘ain, pelaksanaannya fardhu kifayah. Segera diurus—dimandikan, dikafani, dishalatkan, kemudian dikuburkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya balasan yang pertama kali diberikan kepada seorang mukmin setelah matinya adalah diampuninya dosa orang-orang yang mengantarkan jenazahnya ke kubur.” (HR. Al-Baihaqi)

3. Menikahkan seorang gadis jika sudah bertemu jodohnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa menikahkan anak perempuannya, maka kelak pada hari kiamat Allah akan memberikannya mahkota raja.” (HR. Ibnu Syahin)

4. Melunasi utang ketika sudah jatuh tempo

Dari Shuhaib Al-Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih)

5. Segera bertobat jika berbuat dosa

Segeralah bertobat. Salah satu karakter seorang Muslim adalah segera memperbarui taubatnya. Ini adalah perkara yang harus disegerakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh, kami pernah menghitung bahwa dalam satu majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca: ‘Rabbighfir lii wa tub ‘alayya, innaka anta at-Tawwabur-Rahim’ (Ya Rabb, ampunilah dosaku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun) sebanyak 100 kali.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud). (*)

Tinggalkan Balasan

Search