Doa yang Dibaca Sebelum Salam

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Doa yang dianjurkan dibaca setelah tahiyat akhir dan sebelum salam adalah memohon perlindungan dari empat perkara: siksa kubur, siksa neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal. Bacaan utamanya adalah:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullahi saw bersabda: Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal;

Artinya: Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal. (HR. Muslim, N0. 588)

Nabi saw menganjurkan pada sahabat untuk berdoa dan berlindung dari 4 hal sebelum salam. Karena diakhir shalat sebelum salam waktu makbulnya doa, sebagaimana penjelasan nabi:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكjتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: Diakhir malam dan diakhir salat wajib. (HR. Tirmidzi, 3499)

Di antara lafadz doa yang diajarkan adalah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis di atas. Namun beberapa ulama berbeda pendapat mengenai hukum berdoa perlindungan ini. Diantara ulama ada yang mewajibkannya sebagaimana yang diriwayatkan dari Thawus rahimahullah..

قَالَ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ : بَلَغَنِي أَنَّ طَاوُسًا قَالَ لاِبْنِهِ : أَدَعَوْتَ بِهَا فِي صَلاَتِكَ ؟ فَقَالَ : لاَ ، قَالَ : ” أَعِدْ صَلاَتَكَ

Berkata Muslim bin Al Hajjaj rahimahullah, telah sampai padaku ketika Thawus berkata kepada anaknya, “Apakah engkau berdoa dengannya  (doa berlindung 4 hal, pen) setelah shalat?” Maka anaknya menjawab,  “Tidak”, lalu Thawus berkata,” Ulangi shalatmu!”

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, Ketika Thawus memerintahkan anaknya yang tidak berdoa dari perlindungan ini untuk mengulangi shalatnya, ini menunjukkan begitu pentingnya doa ini, dan secara dhahir perkataan Thawus rahimahullah (ketika memerintahkan anaknya mengulangi shalat) mengandung hukum wajib. Maka wajib mengulang shalat bagi yang mengikuti fatwanya. Sedangkan jumhur ulama dalam masalah ini adalah sunnah, bukan wajib. (Syarah An-Nawawi 89/5)

Namun yang rajih adalah pendapat jumhur ulama, yang mengatakan hukumnya sunnah.Bahwasanya ketika thawus memerintahkan anaknya untuk mengulangi shalat karena dalam rangka mendidik anaknya, bukan untuk orang shalat pada umumnya

Abul ‘Abbas Alqurthubi rahimahullah mengatakan:

Maksudnya adalah ketika thawus memerintahkan anaknya mengulangi shalat karena bersifat teguran atasnya, dengan alasan jangan sampai anaknya mengabaikan doa ini, lalu meninggalkannya, sehingga tidak dapat mengambil faidah dan mendapatkan pahala dari doa ini. (Almafuhum lamaa ‘ushkil min talkhis kitabi muslim: 2/209)

Penjelasan Mengapa Harus Berlindung Dari Empat hal ini?

Berlindung dari dari siksaan neraka jahannam

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ

Ya allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam

Rahasia Nabi saw menempatkan urutan pertama berlindung dari adzab Jahannam karena neraka bagian dari akhirat dimana lamanya waktu  1:1000 dari waktu di dunia. Sebagaimana dalam hadis nabi,

(يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ ، خَمْسِ مِئَةِ عَامٍ)

Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.

Dan ini dipertegas oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. QS. Al Hajj ayat 47.

Begitu lamanya waktu di akhirat, kondisi ini akan diperparah ketika seseorang masuk ke dalam seburuk-buruk tempat yaitu neraka jahanam

إنها سآءت مستقراً ومقاماً

Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. QS. Al-Furqan ayat 66.

Doa di atas juga dimasukkan oleh Imam Bukhari dalam Bab “Doa Sebelum Salam”. Kalau dikatakan sebelumnya, doa semacam itu bukan khusus berada di akhir shalat sebelum salam setelah tasyahud akhir, namun boleh juga di tempat lainnya di dalam shalatshalat,  seperti dalam posisi sujud. Dan tentunya dibaca ketika shalat sendiri bukan ketika berjamaah karena bila salat jamaah ketentuannya harus mengikuti gerakan imam. (*)

Tinggalkan Balasan

Search