ilm Jumbo (2025) menyajikan cerita yang hangat dan penuh warna. Tapi satu tokoh memicu diskusi serius di kalangan orang tua dan pemerhati pendidikan: Meri, sosok hantu perempuan yang menjadi teman dari karakter utama, Don.
Dalam film, Meri digambarkan sebagai makhluk halus yang baik hati, lembut, dan bahkan membantu Don mempersiapkan pertunjukan seni dengan kekuatan gaib.
Bagi penonton dewasa, ini mungkin sekadar elemen fantasi. Tapi bagi anak-anak, ini bisa menjadi persepsi yang membentuk cara mereka memahami dunia. Dalam Islam, berinteraksi atau meminta bantuan kepada makhluk gaib termasuk dalam tindakan yang mendekati syirik.
Nabi Muhammad saw bersabda:
“Barang siapa meminta bantuan kepada jin atau makhluk halus, maka ia telah menyekutukan Allah.”
(HR. Thabrani)
Dari sisi psikologi, anak-anak usia 4 hingga 10 tahun berada dalam fase di mana imajinasi sangat aktif, namun kemampuan berpikir logis belum matang.
Saat mereka melihat tokoh baik hati dalam bentuk hantu, seperti Meri, dan tokoh utama bergantung padanya, anak bisa menyerap konsep bahwa kekuatan supranatural adalah sesuatu yang normal, bahkan bisa diandalkan.
Ini berbahaya karena bisa menanamkan ketergantungan imajinatif terhadap hal-hal mistis, bukan pada usaha, doa, atau bantuan nyata.
Jika anak tidak mendapat penjelasan, mereka bisa membangun kepercayaan semu: bahwa ada “penolong tidak terlihat” yang bisa menyelesaikan masalah — suatu bentuk distorsi kognitif yang dapat terbawa hingga dewasa.
Bahkan secara sosial-emosional, terlalu banyak paparan tokoh gaib dalam film bisa menciptakan attachment keliru. Anak lebih nyaman membayangkan “teman gaib” ketimbang menjalin hubungan sosial nyata.
Ini dapat mengganggu perkembangan empati, problem solving, dan keberanian anak untuk menghadapi dunia nyata.
Film Jumbo memang membawa pesan positif tentang keberanian dan ekspresi diri. Namun narasi tokoh hantu penolong tetap perlu dipahami secara kritis.
Orangtua perlu aktif mendampingi, memberikan penjelasan bahwa semua makhluk gaib adalah ciptaan Allah, dan pertolongan sejati hanya datang dari-Nya. (*)
