Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan komitmen universitas pengembangan pendidikan kedokteran. Salah satunya memanfaatkan RS Khodijah Sepanjang sebagai rumah sakit pendidikan serta upaya penambahan program studi spesialis.
Fakultas Kedokteran UMSURA diharapkan membuka diri terhadap mahasiswa asing untuk aktivitas akademik dosen dan mahasiswa bersama perguruan tinggi di luar negeri.
“Ke depan, kolaborasi riset internasional akan terus kita perbanyak. Fakultas Kedokteran juga telah memiliki Program Magister Administrasi Rumah Sakit (S2 MARS), dan dalam waktu yang tidak lama akan dikembangkan program doktoral (S3) di bidang kesehatan,” kata Mundakir, usai melantik dr. Laily Irfana, Sp.S. (Spesialis Saraf) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UMSURA, untuk masa jabatan 2025–2029. Pelantikan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan dr. Yusuf Wibisono yang menjabat hingga 31 Desember 2025.
Ia menambahkan, Fakultas Kedokteran memiliki banyak talenta luar biasa yang menjadi modal penting dalam pengembangan institusi ke depan. Kultur akademik yang selama ini dibangun FK akan semakin memperkuat posisi dan daya saing fakultas.
Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai dekan, dr. Laily Irfana menyampaikan bahwa setiap amanah harus dijalani dengan ikhtiar maksimal serta disertai sikap berserah diri kepada Allah SWT. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Laily menegaskan komitmennya untuk menjaga dan mempertahankan status Fakultas Kedokteran yang telah berada pada kategori unggul sebagai pondasi pengembangan ke depan.
Pihaknya akan menindaklanjuti arahan Rektor, bahwa FK UMSURA akan mengupayakan pembukaan program studi spesialis serta terus meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
“Kami berharap Fakultas Kedokteran terus maju, mampu beradaptasi dengan tantangan global dan internasional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Badan Pembina Harian (BPH) UMSURA, Dr. Syamsuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya prosesi pergantian dekan dan berharap kepemimpinan baru dapat membawa Fakultas Kedokteran bergerak lebih energik menuju capaian yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam tidak dikenal konsep berhenti dari amanah. Setiap akhir dari sebuah tugas merupakan awal dari tugas berikutnya, sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Insyirah dan Surah Al-Jumu’ah yang mengajarkan pentingnya melanjutkan ikhtiar dan bekerja secara sungguh-sungguh setelah menuntaskan satu kewajiban.
Menurutnya, ayat fa innama‘al ‘usri yusra menjadi inspirasi bahwa ketika satu kesulitan berhasil diselesaikan, maka akan lahir banyak kemudahan, tidak hanya bagi individu yang menyelesaikannya, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
“Jika pada periode kepemimpinan ini mampu menyelesaikan persoalan-persoalan strategis, seperti pengembangan program studi spesialis di Fakultas Kedokteran, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh kepemimpinan dan sivitas akademika di masa mendatang,” tuturnya. (*/tim)
