Dr. Mundakir, S.Kep. Ns. M.Kep, kini resmi menyandang gelar Profesor. Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu telah menerima surat keputusan menjadi guru besar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), bidang kepakaran Ilmu Keperawatan, Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Umsura.
Banyak kolega dari keluarga besar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang mengucapkan selamat atas pencapaian ini. Di antaranya dari pimpinan Majelis Tabligh PWM Jatim. “Selamat untuk Profesor Mundakir. Semoga ilmunya bermanfaat dan barokah,” kata Afifun Nidlom, wakil sekretaris Majelis Tabligh PWM Jatim.
Tentu saja pencapaian tertinggi dalam dunia pendidikan ini, membuat Prof. Mundakir merasa bersyukur. Sebab dalam menempuh pendidikan mulai dari sekolah dasar, menengah hingga pendidikan tinggi penuh dengan perjuangan. Ayahnya, Tardji, seorang buruh tani, selalu berpesan agar anak-anaknya tidak berhenti menuntut ilmu.
Meski hanya seorang bapak lulusan sekolah dasar, Tardji sadar akan pentingnya pendidikan bagi masa depan kelima anaknya itu. Tak ingin anak-anaknya merasakan susah selama hidup, Tardji pun memboyong kelima anaknya ke Sumatera untuk sebagai transmigran. Namun hal tersebut hanya berlangsung dua tahun lantaran keluarganya tidak betah, akhirnya mereka memutuskan kembali ke Jawa.

Dengan penuh keyakinan, Mundakir yang lahir di Lamongan, 23 Maret 1974, merantau ke Surabaya. Ia jadi tenaga serabutan pada proyek rel kereta api, kerja di pabrik kayu, dan juga tukang potong rambut di salon.
Setelah dua tahun bekerja di Surabaya, Mundakir kembali ke desa dan membantu ayahnya menjadi tengkulak semangka. Dari situlah ekonominya mulai membaik, bahkan bisa membeli sapi. Dari angon sapi inilah, Mundakir, akhirnya bisa kuliah.
Pada tahun 1998 Mundakir mengambil Diploma III Keperawatan Universitas Muhamamadiyah Surabaya. Kemudian pada tahun 2003, Mundakir mengambil studi sarjana di Universitas Airlangga (Unair) jurusan keperawatan. Pada tahun 2009, Mundakir melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia, dan pada 2017 ia berhasil menyelesaikan studi Doktor di Unair.
Perjalanan Karier
Dalam perjalanan kariernya, Mundakir menjadi Dosen Dpk LLDikti 7 sejak tahun 2005, Kaprodi S1 Keperawatan FIK Umsura, Wakil Dekan 1 FIK Umsura, Dekan FIK Umsura, hingga menjabat Wakil Rektor IV Umsura membidangi urusan kerja sama, Al Islam, Kemuhammadiyahan dan digitalisasi. Sejak tahun 2024 ia menjabat Rektor Umsura.
Mundakir juga merupakan sosok yang dikenal aktif dan profesional dalam kegiatan akademik dan berkarya. Di antaranya sebagai narasumber berbagai seminar dan diskusi panel, reviewer jurnal, peneliti, asesor LAMPTKes, dan Asesor BKD.
Karya-karya ilmiah dan pemikiran-pemikirannya telah banyak dipublikasikan. Termasuk beberapa judul buku telah ia terbitkan, antara lain:
- Buku Ajar, Komunikasi Pelayanan Kesehatan.
- Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa 1.
- Kekerasan Seksual dalam Perspektif Transdisipliner.
- Ketahanan Keluarga Warga Muhammadiyah di Surabaya.
Mundakir sangat aktif dalam berbagai program inovasi kampus. Termasuk melakukan rebranding kampus yang dipimpinnya, yang sebelumnya UMSurabaya, menjadi UMSURA. Juga membuat tagline “Home of Champion” atau Rumah Para Juara. UMSURA menampilkan wajah baru dan energi baru yang lebih segar, modern, dan berkarakter kuat. Selamat untuk Dr. Mundakir, S.Kep. Ns. M.Kep. (nun)
