Dr. Sholihin Fanani Mengupas Tugas Hidup Manusia di Muka Bumi

Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.
www.majelistabligh.id -

Amanah hidup manusia di muka bumi dikelompokkan menjadi tiga, pertama, tugas sebagai Abdullah (menyembah hanya kepada Allah) dan Khalifatullah (tugas sebagai pemimpin). Kedua, tugas spritual, dan ketiga, berjalan pada etika dan moral.

Hal ini disampaikan oleh Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, dalam tausiyah qiyamul lail, pada Raker Majelis Tabligh PWM Jatim di Kota Batu, Malang, Ahad (25/1/2026).

Ia menambahkan, pada dasarnya, manusia sejak lahir telah diberikan amanah untuk menjalankan tugas akhirat. Tugas untuk selalu menyembah hanya kepada Allah, adalah tugas yang melekat pada diri masing-masing. Sedangkan tugas sebagai Kalifatullah atau tugas sebagai pemimpin, adalah selalu mengajak pada kebaikan. Untuk tugas ini, syaratnya harus sesuai dengan perintah Allah, mengikuti Rasulullah, dan ikhlas.

“Jadi atasan kita itu adalah Sang Khalik. Hanya kepada-Nya kita menyembah. Dan kita juga diberikan tugas untuk mengajak manusia menuju kebaikan,” kata Kyai Sholihin Fanani.

Sedangkan tugas spiritual, adalah semua perbatan dan langkah kita harus berlandaskan nilai-nilai agama dan keislaman. Dalam hal ini, terdapat 6 sendi kehidupan, yakni sendi kehidupan pribadi, keluarga, bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan dunia.

Sementara untuk tugas etika dan moral, harus bersumber pada nilai-nilai kebaikan di masyarakat. “Etika dan moral sangat penting, karena nilai kemanusiaan adalah misi tertinggi Rasulullah,” tandasnya.

Muhammadiyah, lanjutnya, memegang teguh nilai-nilai beragama, yang terdiri atas 4 nilai. Pertama, tegas dalam menempatkan nilai halal dan haram. Kedua, mengingatkan kebenaran dan kesabaran. “Orang Muhammadiyah itu harus sabar, dan gampang diingatkan,” pesannya.

Sedangkan yang ketiga, nilai beragama yang dijalankan Muhammadiyah adalah semangat ta’awun, yaitu semangat untuk memberi. “Hal ini sesuai dengan teladan KH Ahmad Dahlan. Welas asih dan tulung pinulung. Kebaikan memberi bisa berupa ilmu atau harta,” paparnya.

Keempat, adalah amar makruf nahi munkar, adalah perintah untuk menciptakan kebaikan dan menjauhkan dari keburukan. “Jika keempat semangat ini dijalankan, maka Muhammadiyah tidak hanya diterima oleh masyarakat, tetapi perannya sangat dibutuhkan,” tutup Kyai Sholihin Fanani. (nun)

Tinggalkan Balasan

Search