Dua Jihad di Bulan Ramadan

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه

“Ketahuilah, sesungguhnya terkumpul pada seorang mukmin untuk dirinya dalam bulan Ramadan ada dua jihad”

جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام

  • Jihad di siang hari dengan berpuasa.

وجهادٌ باللَّيل على القِيام

  • Jihad di malam hari dengan salat malam.

فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن ، ووَفَّى بحُقُوقهما ، وصَبَر عليهما ، وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ

Maka barang siapa yang mengumpulkan antara dua jihad ini dan menunaikan hak keduanya serta bersabar atas keduanya dia akan dibalas pahalanya dengan tiada batas. [Lathaif  al-Maarif h 171]

Puasa disebut sebagai jihad, khususnya jihad akbar (perjuangan besar), karena merupakan usaha sungguh-sungguh melawan hawa nafsu, keserakahan, dan godaan duniawi yang bersumber dari dalam diri sendiri. Ini adalah bentuk pengendalian diri yang membutuhkan kesabaran tinggi, kedisiplinan, dan pengorbanan spiritual untuk menaati perintah Allah.

Berikut adalah alasan mengapa puasa disebut jihad:

  • Melawan Hawa Nafsu (Jihad Akbar): Puasa melatih manusia mengendalikan keinginan dasar seperti makan, minum, dan syahwat, yang dianggap sebagai pertempuran batin yang lebih besar daripada perang fisik.
  • Perjuangan Spiritual: Puasa mengajarkan kesabaran, empati, dan pengorbanan, yang membersihkan jiwa dari keserakahan dan perilaku konsumtif.
  • Benteng Diri: Puasa bertindak sebagai perisai yang membentengi diri dari perbuatan dosa dan godaan, sehingga disebut sebagai perjuangan suci.
  • Konteks Sejarah: Dalam sejarah Islam, banyak peristiwa penting dan perjuangan (jihad) dilakukan oleh Rasulullah saw dan sahabat saat sedang berpuasa di bulan Ramadan.

Secara maknawi, jihad tidak hanya berarti perang fisik, tetapi juga bersungguh-sungguh dalam menunaikan ketaatan dan memperbaiki diri, di mana puasa adalah salah satu bentuk utamanya.

Sedangkan salat malam disebut jihad karena pada salat malam ada keadaan jihad melawan ego, rasa lelah, dan rasa malas diri sendiri untuk mendapatkan ketaatan kepada Allah.

Salat malam, khususnya tahajud, disebut sebagai bentuk jihad (perjuangan/perang) karena ibadah ini melibatkan perjuangan melawan hawa nafsu yang sangat berat, yaitu melawan rasa malas, kantuk, dan godaan setan untuk tetap terlelap di sepertiga malam terakhir.

Berikut adalah alasan mengapa salat malam disebut sebagai jihad:

  • Jihad Melawan Hawa Nafsu (Jihad an-Nafs): Membangunkan diri dari tidur yang nyenyak untuk bersujud di saat orang lain tertidur pulas memerlukan tekad kuat dan penekan dorongan hawa nafsu, yang merupakan jihad paling utama.
  • Melawan Godaan Setan: Dalam hadis disebutkan bahwa setan mengikat leher orang yang tidur agar tetap tidur. Bangun untuk salat malam berarti melepaskan ikatan tersebut, yang diibaratkan seperti memenangkan pertempuran melawan setan.
  • Perjuangan Spiritual: Salat malam adalah sarana untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah, yang merupakan bentuk perjuangan batin (spiritual).
  • Kebiasaan Orang Saleh: Salat malam disebut sebagai kebiasaan orang-orang saleh sebelum umat Nabi Muhammad, menunjukkan bahwa ini adalah perjuangan konsisten (istikamah) untuk menjaga kesalehan. (*)

Tinggalkan Balasan

Search