*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Allah berfirman,
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Hud 115)
Ada dua amalan yang jika dibiasakan, akan menjadi penjaga dari kefakiran dan kesempitan hidup. Barangsiapa yang istikamah melakukannya, niscaya tidak akan celaka, dan hidupnya tidak akan kekurangan selama-lamanya, in syaa Allah.
1. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah amalan yang mendatangkan ridha Allah. Dengan istighfar, dosa-dosa diampuni, hati menjadi bersih, dan pintu rezeki terbuka lebar. Allah mencintai hamba yang kembali kepada-Nya dalam taubat dan penuh pengakuan atas kelemahan diri.
2. Mudah Memaafkan Orang Lain
Memaafkan adalah ciri hati yang lapang. Orang yang mudah memaafkan akan mendapatkan kasih sayang Allah. Dan siapa yang mendapatkan kasih sayang Allah, maka hidupnya akan dinaungi oleh ketenangan, pertolongan, dan keberkahan dari arah yang tak disangka-sangka.
Bayangkan seorang hamba yang Allah telah ridai dan Allah limpahkan kasih sayang kepadanya—kesulitan apalagi yang bisa benar-benar menimpanya? Bahkan jika ujian datang, ia tidak akan merasa terhina ataupun kekurangan, sebab hatinya penuh ketenangan dan tawakal.
Sebaliknya, banyaknya maksiat tanpa istighfar, serta hati yang penuh dendam dan enggan memaafkan, bisa menjadi sebab sempitnya hati dan tertutupnya pintu-pintu rezeki.
Maka jika nasihat ini sampai kepada Anda, bisa jadi itulah tanda bahwa Allah sedang ingin membukakan pintu-pintu rezeki dan keberkahan dalam hidup Anda—melalui kebiasaan baik yang harus Anda tumbuhkan:
Memperbanyak istighfar dan membiasakan diri memaafkan.
Insyaa Allah, semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk mengamalkannya.
Barakallahu fiikum. (*)
