Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzalez, pada Rabu (2/7/2025) di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta. Pertemuan ini jadi momentum strategis membahas kerja sama lintas negara, mulai dari ketahanan pangan, kolaborasi bisnis, hingga penguatan ekonomi berkelanjutan.
Kedatangan Dubes Uruguay disambut langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Sekretaris Lembaga Hubungan Kerja Sama Internasional (LHKI) Yayah Khisbiyah, serta Wakil Ketua Lembaga Pengembangan UMKM (LPUMKM) Syafrudin Anhar.
“Uruguay melihat Muhammadiyah sebagai mitra potensial. Fokus pembahasan hari ini mencakup sektor pertanian, ketahanan pangan, bisnis, hingga peluang ekspor. Ini adalah peluang besar,” ujar Syafrudin.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, pihak Uruguay menyampaikan harapannya agar Muhammadiyah bisa menjadi agen penting dalam distribusi produk pertanian dan peternakan, termasuk membuka jalur ekspor lewat jaringan usaha dan kader Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Kunjungan ini berpeluang berlanjut ke kerja sama bisnis B2B. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada kunjungan balasan dari Muhammadiyah ke Uruguay,” tambah Syafrudin.
Cristina Gonzalez menyebut bahwa Uruguay siap jadi mitra strategis Indonesia dalam bidang pangan, terutama mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Uruguay dikenal sebagai salah satu eksportir produk pangan berkelanjutan.
“Kami memiliki kekuatan besar di sektor pertanian. Dan kami paham bahwa Muhammadiyah punya peran besar dalam pembangunan Indonesia. Maka dari itu, kami ingin memulai kolaborasi nyata,” ujar Cristina.
Tertarik Peran Sosial Muhammadiyah
Tak hanya di sektor pangan, Cristina juga tertarik dengan kiprah sosial Muhammadiyah yang dinilai berkontribusi besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Saya melihat Muhammadiyah sangat menarik. Peran sosialnya kuat dan punya pengaruh luas. Saya ingin belajar lebih banyak dan membuka jalan kerja sama jangka panjang, termasuk di bidang sosial dan lingkungan,” tutupnya.
Kunjungan ini menandai babak baru kerja sama internasional Muhammadiyah yang makin kuat dan relevan dalam percaturan global, khususnya di sektor ekonomi hijau dan ketahanan pangan. (*/tim)
