Dunia ini seperti panggung teater, sebatas permainan yang ada durasi waktunya. Ada sutradara dan skenario, ada handprop yang harus dimainkan dengan indah. Dunia ini panggung teater yang penuh dengan senda gurau yang seringkali hanyalah sebagai hiburan semata.
Banyak aktor yang lupa, menganggap panggung teater dan dunia ini adalah segalanya, sampai jiwa-jiwa para aktor mengalami keterasingan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Mereka terlena dengan gemerlap lampu dan tepuk tangan penonton. Ia meyakini dirinya bahwa dia seakan sang idola.
Dunia ini panggung yang cukup luas. Penontonnya adalah seisi semesta. Sutradaranya adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang menulis naskah, mencasting aktor, menentukan panjang pendek durasi pentas. Dan aktor utamanya adalah kita.
Aktor-aktor dunia ini harus taat pada beberapa hal saat memainkan peran panggungnya, seperti pada:
- Naskah dan arahan sutradara tentu kitab suci yang diwahyukan kepada rasul serta teladan dari sikap kesehariannya
- Memahami karakter yang diperankan. Para aktor harus banyak membaca kitab suci disertai dengan takwilnya. Akar aktingnya terukur dengan ketentuan syariat sebagai petunjuk untuk bisa memainkan yang menyenangkan dengan penuh keyakinan akan adanya hari akhir, wujud dari ketaqwaan.
- Konsistensi dalam akting dengan beramal saleh sebagaimana yang ditulis dalam surat Al Asr, agar tidak menjadi aktor-aktor yang merugi dalam memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
- Terbuka menerima kritikan, saling menasihati pada kebenaran dan kesabaran sebagai modal menjadi aktor menuju jalan lurus menuju ridloNya.
Tinta emas bagi para aktor adalah memahami asal karakter dan mau kemana bermain di panggung teater dunia ini. Tentu hal yang mendasar bahwa sesungguhnya permainan panggung dunia ini semata-mata hanya untuk mengabdi pada sutradara kehidupan, Allah Sang Pemilik Semesta. Dan pada akhirnya membawa hidup di atas panggung atau layar ini dengan kesadaran penuh, bahwa kita adalah milik Allah dan pasti akan kembali kepadaNya.
Sebagai penguat, ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa dunia seperti panggung sandiwara, yaitu Surah Al-An’am ayat 32:
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Artinya: “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau. Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.”
Maka penting untuk menjadi renungan bersama agar kita tidak terlena dengan panggung teater, terlena pada dunia yang fana ini. Panggung teater dunia hanya perjalanan pendek untuk mencari bekal kembali kepada pada kehidupan akhirat kelak.
Aktor-aktor yang baik adalah aktor yang bertaqwa kepada Tuhan Pemilik Dunia. (*)
