Letak geografis yang berbeda membuat durasi puasa Ramadan berbeda-beda di setiap negara. Ada yang panjang pada siang hari dan sebaliknya. Mengutip media Daily Sabah, Jumat (20/2/2026), umat Muslim di berbagai belahan dunia akan berpuasa rata-rata sekitar 12 hingga 15 jam perhari.
Namun, di sejumlah wilayah, durasi tersebut bisa lebih panjang atau justru lebih singkat. Perbedaan ini terjadi karena waktu terbit dan terbenamnya matahari berbeda di setiap lokasi. Negara yang berada jauh dari garis khatulistiwa mengalami variasi panjang siang yang lebih ekstrem dibandingkan wilayah tropis.

Negara dengan Durasi Puasa Terlama
Mengutip Khaleej Times, berikut sejumlah negara dan wilayah dengan durasi puasa terpanjang pada Ramadan 2026:
- Reykjavik (Islandia): sekitar 15 jam 3 menit (akhir Ramadan)
- Nuuk (Greenland): sekitar 15 jam 3 menit
- Christchurch (Selandia Baru): hingga 15 jam 22 menit di awal Ramadan
- Norwegia, Swedia, Finlandia (wilayah utara): dapat melampaui 16 jam
- Greenland dan Kanada bagian utara: di beberapa wilayah ekstrem, durasi puasa bisa mendekati 20 jam saat siang sangat panjang. Wilayah-wilayah tersebut berada di lintang tinggi sehingga mengalami siang hari lebih lama, terutama ketika mendekati musim panas.
Negara dengan Durasi Puasa Tercepat
Sebaliknya, negara yang berada dekat garis khatulistiwa atau di belahan bumi selatan cenderung memiliki durasi puasa lebih singkat dan stabil. Berikut beberapa wilayah dengan durasi puasa relatif lebih pendek:
- Finlandia (awal Ramadan): sekitar 11 jam 53 menit
- Rusia : 12 jam
- Uni Emirat Arab: sekitar 12 jam 46 menit
- Turki: 12 jam 23 menit
- Inggris: 12 jam 8 menit
- Amerika Serikat: 12 jam 25 menit
- Indonesia: sekitar 13 jam 28 menit
- Brasil: sekitar 13 jam 47 menit
- Afrika Selatan: 14 jam 13 menit
- Spanyol: 12 jam 23 menit
- Turki: 12 jam 23 menit
- Jepang: 12 jam 30 menit
- Pakistan: 12 jam 30 menit
- Arab Saudi : 12 jam 42 menit
- Kenya: 13 jam 19 menit
Negara-negara di sekitar khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia umumnya mengalami puasa sekitar 12–14 jam, relatif stabil sepanjang Ramadan.
Penyesuaian di Wilayah Ekstrem
Di wilayah dengan siang sangat panjang atau matahari hampir tidak terbenam, para ulama memberikan kelonggaran. Muslim di daerah tersebut diperbolehkan:
- Mengikuti waktu puasa Makkah, atau
- Mengikuti jadwal kota terdekat yang memiliki durasi siang lebih moderat.
Kalender Hijriah sendiri terus bergerak maju sekitar 10–12 hari setiap tahun. Pada 2030, Ramadan bahkan akan terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni pada Januari dan Desember. ||dari berbagai sumber
