Allah SWT akan senantiasa berpihak kepada hamba-Nya dalam empat dimensi, di antaranya:
Pertama, hamba Allah yang membantu melepaskan kesusahan seorang Muslim dari kesulitan dunia.
Kedua, hamba Allah yang dengan sukarela memudahkan urusan orang yang sedang mengalami kesulitan.
Ketiga, hamba Allah yang menutupi aib saudaranya.
Keempat, Allah akan senantiasa berpihak kepada hamba-Nya, selama ia menolong saudaranya.
Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ اَلدُّنْيَا, نَفَّسَ اَللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اَلْقِيَامَةِ , وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ, يَسَّرَ اَللَّهُ عَلَيْهِ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ – أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” [HR. Muslim, no. 2699
Kandungan Hadis:
1. Melepas kesusahan sesama muslim: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari Kiamat.”
2. Memudahkan kesusahan orang yang susah: “Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat.”
3. Menutupi aib seseorang: “Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.”
4. Allah menolong hamba-Nya: “Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.”
Catatan:
- Pranata sosial sangatlah memiliki peranan penting didalam merajut perhatihan sesama insan.
- Menciptakan suasana peri kehidupan yang berkemanusiaan merupakan tatanan indah guna menjalin kemesraan antara yang berkelapangan dengan yang berkesempitan.
- Membangun kasih sayang di antara yang dalam kegembraan dengan yang berkesusahan akan mendapatkan perhatian tersendiri dari sisi Tuhan yang Maha kasih.
Doa:
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ, رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَا لِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَا بُ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS. Ibrahim 14: Ayat 40 dan 41). (*)
