Jumat Mubarak,
Allah Subhanallahu Wa Ta’ala memiliki sifat adil atas setiap hambaNya, tidak ada satu pun yang Allah zalimi di antara mereka.
Setiap amal manusia akan menuai balasan, dan Allah akan memberikan balasan sesuai dengan apa yang kita kerjakan.
Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mengisyaratkan hal ini dalam banyak firmanNya, di antaranya :
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya.
Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 132)
Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa kelak pada Hari Kiamat, jin dan manusia akan diberi balasan sesuai dengan amal mereka. Orang-orang yang menaati Allah Subhanallahu Wa Ta’ala akan ditempatkan di surga dan yang durhaka akan disiksa di neraka.
Ayat ini juga menjelaskan bahwa pahala yang Allah Subhanallahu Wa Ta’ala siapkan juga bertingkat-tingkat, sesuai dengan amal ketaatan yang dikerjakan.
Dalam ayat lainnya, Allah juga menyebutkan tentang hal senada.
Allah SWT berfirman:
“Kedudukan mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Ali Imran: 163)
Setiap manusia memiliki sifat dan karakter ingin menjadi orang yang terbaik, menjadi orang yang teristimewa dan ingin menjadi sang juara, khususnya dalam hal yang baik.
Untuk mencapai hal tersebut tentunya tidak sekonyong konyong didapatkan, akan tetapi perlu usaha yang keras dan maksimal.
Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mengisyaratkan kepada kita untuk mengarah ke sana melalui dorongan untuk berlomba sebagaimana firmanNya:
“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid: 21)
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:
“Dan untuk yang demikian itu, hendaklah orang- orang berlomba- lomba.” (QS.al-Muthaffifin: 26)
Dua ayat di atas adalah ayat yang mendorong agar umat Islam menjadi umat yang selalu berpacu dan berlomba untuk menjadi yang terbaik dalam kebaikan. Kebaikan-kebaikan apa yang perlu kita lakukan agar mendapatkan kedudukan dan kehormatan yang tinggi di mata Allah dan manusia:
Beberapa amal ibadah untuk berpacu dan berlomba agar menjadi yang terbaik dalam kebaikan, antara lain adalah :
Pertama, menjadi penolong atau solusi bagi saudara kita.
Menolong orang lain yang membutuhkan sangatlah baik dalam pandangan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala maupun manusia. Siapa yang menolong akan ditolong dan orang yang menolong akan mendapatkan kebaikan dari Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dengan memberikan 10 kebaikan. Siapa yang menolong maka Allah Subhanallahu Wa Ta’ala akan menolong kita.
Tidak ada orang yang tidak punya masalah, bahkan terkadang untuk menyelesaikannya memerlukan bantuan orang lain. Keterpanggilan nurani untuk berkontribusi membantu menyelesaikan problem orang lain merupakan hal yang sangat mulia, karena mulianya sampai dijuluki manusia terbaik oleh Nabi, sebagaimana sabdanya :
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Thabrani ad-Daruquthni)
Kedua, menjadi ahli tahajud.
Salat tahajud termasuk ke dalam ibadah malam atau sholat malam. Meski bukan ibadah wajib, ada makna besar dan beberapa berkah yang terkait dengan tahajud. Salat tahajud dianggap sebagai bagian dari sunah Nabi Muhammad saw.
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah yaitu bulan Muharram. Dan salat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim :1163)
Orang yang melaksanakan Sholat Tahajud secara teratur akan mendapatkan berkah dari Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Dikatakan juga bahwa sholat ini membawa seorang Muslim lebih dekat kepada Yang Mahakuasa dan hidupnya dipenuhi dengan kedamaian.
“Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (QS. Al-Furqan: 64)
Allah SWT berfirman :
“Pada sebagian malam lakukanlah slaat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra : 79)
Ketiga, menjadi sabahat dekat Al-Qur’an.
Kesadaran bahwa Al-Qur’an adalah bacaan terbaik umat Islam, Al-Qur’an merupakan pedoman umat Islam dalam mengarungi kehidupan, dan Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang penuh makna dan inspirasi bagi umat Islam.
Karenanya sangat wajar jika kita ingin menjadi orang yang baik, hidup tentram dan penuh inspirasi, maka bersahabatlah dengan Al-Qur’an yang setiap saat selalu bersama Al-Qur’an, membaca dan mencari inspirasi dengan Al-Qur’an serta mendapat pertolongan dari Al-Qur’an baik di dunia maupun di akhirat.
Rasulullah saw bersabda :
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya”. (HR. Muslim : 1337)
Dalam hadis lain Rasulullah saw bersabda :
“Diperintahkan kepada orang yang membaca menghafalkan Al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia membacanya dengan tartil. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca dan hafal.” (HR Ibnu Majah, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Jadi, sebaik-baik sahabat karib adalah Al-Qur’an yang dengannya akan membuat hati kita tentram, bahagia, dan lebih dari itu Al-Qur’an akan menjadi pembela kita di hari Kiamat kelak.
Keempat, menjadi orang berilmu.
Untuk menjadi orang yang berilmu tentunya harus melalui proses belajar yang baik dan tekun dan restu orang tua serta guru. Banyak cara dan metode yang bisa dilakukan agar mendapatkan ilmu yang banyak dan bermanfaat.
Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang yang menyatakan dirinya beragama Islam. Bahkan ayat yang kali pertama turun juga perintah membaca atau perintah belajar dan belajar dari buaian sampai liang lahat sangat dianjurkan.
Manfaat atau efek dari belajar yang baik dan benar adalah memiliki ilmu yang banyak sehingga sampai pada posisi orang yang berilmu dan orang yang berilmu akan punya kedudukan yang tinggi karena diangkat derajatnya oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya:
“Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang- orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah:11)
Insya Allah kita bisa jadi juara dalam berlomba kebaikan, mendapat ampunan, memiliki derajat yang tinggi dan dekat dengan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Aamiin. (*)
