Empat Pilar Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

www.majelistabligh.id -

*Oleh: Bahrus Surur-Iyunk
Alumni Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan

Takwa bukan sekadar kata. Ia adalah jalan hidup. Ia adalah bekal paling utama.
قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه:
التقوى هي الخوف من الجليل، والعمل بالتنزيل، والقناعة بالقليل، والاستعداد ليوم الرحيل.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Takwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Agung, mengamalkan wahyu yang diturunkan, menerima dengan yang sedikit, dan bersiap untuk hari kepergian.”

Pertama, Takut kepada Allah Yang Maha Agung. Inilah akar takwa. Takut yang bukan membuat lari. Tapi takut yang mendekatkan. Takut yang melahirkan cinta dan taat. Takut kepada Allah artinya sadar bahwa Allah melihat, mendengar, dan tahu. Di mana pun dan kapan pun.

Kedua, mengamalkan wahyu yang diturunkan. Takwa bukan hanya rasa, tapi tindakan nyata. Siapa yang takwa, dia taat. Dia patuh pada perintah-Nya. Dia tinggalkan larangan-Nya. Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tapi diamalkan dalam hidup sehari-hari.

Ketiga, menerima pemberian Allah, meski sedikit. Orang bertakwa itu qana’ah. Tidak rakus. Tidak tamak. Dia tahu, yang sedikit tapi halal itu berkah. Dia tahu, rezeki sudah diatur. Maka, dia bersyukur, bukan kufur.

Keempat, mempersiapkan diri untuk hari kepergian. Takwa itu sadar akhirat. Ia tahu hidup ini sementara. Ia tahu kematian itu dekat. Maka, ia persiapkan bekal dengan amal yang ikhlas, dengan hati yang bersih.

Empat hal inilah pilar takwa. Jika kita ingin menjadi orang bertaqwa, maka milikilah semuanya. Takut kepada Allah. Taat kepada wahyu. Qana’ah dengan yang sedikit. Dan bersiap menghadapi kematian. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang bertakwa. Aamiin… (*)

Tinggalkan Balasan

Search