Erasmus: Gerbang Mahasiswa UMM Menuju Kampus-Kampus Eropa

www.majelistabligh.id -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuka jalan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik Eropa melalui program Erasmus yang sepenuhnya dibiayai oleh Uni Eropa.

Program ini bukan sekadar pertukaran pelajar, tetapi pintu menuju pengalaman lintas budaya, peningkatan kapasitas akademik, dan pematangan karakter global.

Sejak 2009, UMM konsisten mengirimkan mahasiswa, dosen, dan staf untuk mengikuti mobilitas akademik di lebih dari 15 universitas mitra di berbagai negara anggota Uni Eropa.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D., menyebutkan bahwa skema ini memanfaatkan model university to university (U2U) yang memungkinkan kerja sama berbasis proposal bersama dan kesepakatan formal antar institusi.

“Kita menyusun proposal dengan kampus mitra. Kalau disetujui, kita bisa kirim mahasiswa, dosen, dan staf. Semua dibiayai penuh, dari tiket pesawat sampai asuransi,” ungkap Salis dalam pernyataannya pada Sabtu (28/6/6/2025)..

Program Erasmus terbagi dalam tiga skema utama: student mobility untuk mahasiswa, teaching mobility untuk dosen, dan training mobility untuk staf. Penyelenggaraan program berlangsung satu hingga dua kali dalam setahun, tergantung pada alokasi dana hibah dari Uni Eropa.

Pendaftaran dibuka melalui International Relations Office (IRO) UMM dengan proses seleksi administrasi dan wawancara sebelum nama kandidat diajukan ke universitas mitra.

Salis menekankan bahwa Erasmus terbuka untuk semua program studi, bukan hanya untuk bidang tertentu.

“Kami ingin mahasiswa dari seluruh prodi punya akses yang sama. Termasuk dari Pertanian, Ilmu Sosial, hingga Keperawatan. Ini program inklusif,” tegasnya.

Dalam program ini, mahasiswa akan menempuh studi selama satu semester dengan sistem transfer kredit yang telah disepakati sebelumnya.

Artinya, mata kuliah yang diambil di luar negeri dapat dikonversi tanpa memperpanjang masa studi di UMM. Selain nilai akademik, mahasiswa juga akan membawa pulang perspektif global yang luas.

“Banyak mahasiswa yang kembali dengan pribadi yang jauh lebih mandiri, terbuka, dan percaya diri. Mereka belajar hidup di lingkungan multikultural dan memahami sistem pendidikan yang berbeda. Ini nilai tambah besar yang tidak semua program pertukaran bisa tawarkan,” imbuhnya.

Sejauh ini, sebanyak 162 peserta telah dikirim UMM ke berbagai negara Eropa. Saat ini, dua mahasiswa masih menjalani studi di Portugal dan Spanyol, dan satu lagi dijadwalkan berangkat ke Spanyol pada September mendatang.

Ke depan, Salis berharap semakin banyak mahasiswa UMM yang mengenal dan memanfaatkan program ini.

“Erasmus bukan sekadar pergi ke luar negeri. Ini tentang membentuk pola pikir global dan membangun jejaring dunia,” tutupnya. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search