Es Krim Spesial untuk 103 Hafidz Cilik SD Musix

www.majelistabligh.id -

Sebagai ungkapan rasa syukur dan bangga, Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya Munahar, SHI., M.Pd, menjanjikan hadiah es krim kepada 103 peserta Khotmul Qur’an dan Imtihan yang digelar pada Sabtu, (31/5/2025).

Kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan yang ke-3 ini diselenggarakan di Tower Smamda Surabaya dan diikuti oleh 103 siswa, mulai dari kelas satu hingga kelas enam. Para peserta dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu Tartil, Tahfidz, dan Turjuman.

“Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-3 yang berjalan dengan meriah,” sambut Munahar dengan suara terbata-bata penuh haru.

Dalam sambutannya, Munahar juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian SD Musix yang berhasil meraih sertifikat sebagai Sekolah Model Pembelajaran Al-Qur’an dalam waktu hanya tiga tahun.

“Pada umumnya, untuk meraih predikat Sekolah Model membutuhkan waktu minimal lima tahun. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan,” ujar Munahar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.

Ia menambahkan bahwa saat ini banyak perguruan tinggi, termasuk fakultas kedokteran, yang membuka jalur masuk tanpa tes bagi para penghafal Al-Qur’an.

“Insyaallah, bonus duniawi dari menghafal Al-Qur’an bisa langsung dirasakan,” tambahnya.

Munahar juga menjelaskan bahwa visi SD Musix adalah Qur’anic and International Insight, sebagaimana tergambar dalam logo Gen Q Smart yang menampilkan gambar bola dunia.

Hal ini dimaknai sebagai harapan agar generasi Qur’anic mampu menguasai dunia dan memberi kontribusi global.

“Kalau pada Khotmul Qur’an ke-2 tahun lalu kalian mendapat hadiah dari kepala sekolah, maka kali ini saya akan memberikan hadiah es krim untuk 103 anak,” seru Munahar yang lahir di Bojonegoro, disambut antusias peserta yang mengenakan dress code serba putih.

“Wow…! Alhamdulillah, Ustadz!” seru para peserta dengan penuh semangat.

“Untuk wali muridnya juga, Ustadz!” celetuk salah satu tamu undangan yang duduk di barisan belakang.

“Baik. Biasanya kalau wali murid yang datang, malah mereka yang membayar,” seloroh Munahar disambut tawa para wali murid.

“Besok kita panggil penjual es krim, kalian boleh ambil,” pungkas kepala sekolah yang kini sedang menempuh pendidikan S-3 tersebut. (basirun)

 

Tinggalkan Balasan

Search