Arini adalah seorang Ibu muda yang senantiasa mengantarkan anaknya ke sekolah dengan menggunakan Bus. Ketika Bus datang, ia mempersilahkan seorang lansia untuk naik lebih dulu sambil tersenyum tulus. Sikap sederhana itu membuat suasana pagi terasa hangat.
Tanpa disadari etiket yang ia tunjukkan menjadi dakwah kecil yang hidup di tengah masyarakat. Banyak orang yang memandang bukan karena pakaiannya semata, tetapi karena akhlaknya yang menyenangkan.
Kisah Arini adalah gambaran nyata bahwa etiket muslimah bukan sekedar teori, tetapi hadir dalam keseharian. Etiket Muslimah ini mencerminkan iman, akhlak, dan ketaatan seorang wanita muslim kepada Allah SWT. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, etiket justru menjadi penanda kemuliaan dan identitas diri seorang Muslimah.
Alloh SWT berfirman:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Arab-Latin: laqad kāna lakum fī rasụlillāhi uswatun ḥasanatul limang kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhira wa żakarallāha kaṡīrā
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat ini menegaskan setiap Muslim, termasuk Muslimah hendaknya memahami bahwa etiket dalam Islam bersumber dari keteladanan akhlak Rasulullah SAW. Kita dianjurkan untuk mempelajari cara berbicara, bersikap, dan berinteraksi dengan sesama manusia melalui Al-Qur’an dan hadits yang merupakan wasiat dari Rasullullah SAW.
Mengapa Etiket Muslimah itu Penting?
Etiket bukan hanya soal sopan santun lahiriah, tetapi ini merupakan cerminan hati dan juga refleksi keimanan seseorang. Setiap tindakan yang dilakukan pastinya akan membawa dampak baik positif ataupun negatif, maka memahami sumber etiket Islam sangat mempegaruhi keputusan dalam bersikap dan berbicara.
Rasululloh SAW bersabda: Diriwayatkan dari Aisyah: “Sesungguhnya di antara orang-orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan yang paling lembut kepada keluarganya.” (Hadits Jami’ At-Tirmidzi No. 2612: HR. Ahmad)
Dari hadits tersebut, kita bisa memahami bahwa inti ajaran Islam adalah akhlak yang baik dan lembut. Seorang muslimah yang menjaga etiket akhlaknya berarti sedang menjaga kualitas keimanannya. Dikarenakan etiket akan melindungi kehormatan diri, memperkuat hubungan sosial, serta menciptakan lingkungan yang penuh rasa hormat dan kasih sayang, sehingga ketenangan, kedamaian, dan keberkahan hidup akan senantiasa berlimpah.
Alloh SWT juga berfirman:
وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
Arab-Latin: wa qul li’ibādī yaqụlullatī hiya aḥsan, innasy-syaiṭāna yanzagu bainahum, innasy-syaiṭāna kāna lil-insāni ‘aduwwam mubīnā
“Dan Katakanlah kepada hamba-hambaku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.”(QS. Al-Isra: 53)
Ketika menarik benang merah dari beberapa ayat dan hadits sebelumnya, maka memiliki etiket yang baik adalah sebuah keharusan bagi seorang Muslim maupun Muslimah. Bersikap baik untuk hal-hal yang sederhana akan mengantarkan kita menuju akhlak yang lebih mulia. Diawali dengan senantiasa mengucapkan perkataan yang baik dan lembut, karena perkataan yang baik dan lembut adalah bentuk nyata dari etiket Muslimah yang bisa menyejukkan hati orang tua, kerabat, bahkan orang lain. Selain itu, perkataan baik juga mencegah perselisihan.
Etiket yang baik seringkali lebih menyentuh hati, serta bisa menjadi alat dakwah yang nyata. Akhlak yang santun, sikap yang rendah hati, dan tutur kata yang lembut menjadi dakwah yang hidup.
Jadi sangat penting untuk mengamalkan etiket muslimah dimulai dari bertutur kata yang baik dan lembut. Ini bukan hanya sekedar aturan sosial, tapi wujud ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dari etiket yang baik akan lahir kehormatan diri, ketenangan batin, dan hubungan sosial yang harmonis. Wahai Muslimah jadilah cahaya yang menghadirkan keindahan Islam di tengah masyarakat melalui etiket yang sederhana namun bermakna. (*)
