Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, wafat pada Selasa (3/2/2026), dalam usia 100 tahun. Eyang Meri sempat menjalani perawatan itensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta, sebelum mengembuskan napas terakhir.
Eyang Meri adalah sosok yang selalu mendampingi Hoegeng Iman Santoso saat menjabat sebagai petinggi Polri di era Presiden Soeharto. Sepak terjang Hoegeng Iman Santoso yang dikenal sebagai polisi yang bijaksana dan besih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, membuat namanya harum hingga saat ini.
Kepergian Eyang Meri juga membuat bangsa ini kehilangan teladan dari seorang istri pejabat yang tidak pernah menuntut fasilitas pada suaminya saat menjabat.
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Eyang Meri. Anugerah tanda kehormatan ini diberikan usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajukan usul kepada Prabowo.
Acara penganugerahan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Eyang Meri dilakukan di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). Kabaintelkam Polri, Komjen Yuda Gustawan menyerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada cucu Jenderal Hoegeng, Rama Hoegeng, sebagai perwakilan keluarga.
“Ini adalah bentuk penghormatan dari kami, adik-adik beliau, anak-anak beliau, terhadap almarhumah atas jasa beliau dalam memberikan spirit, dalam selalu memberikan semangat pada saat situasi-situasi yang memang kami membutuhkan. Saya kira itu menjadi bentuk penghormatan bagi kami dari keluarga besar Polri, dari negara untuk beliau,” kata Komjen Yuda Gustawan. (*/tim)
