Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA) resmi membuka Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PPDS PK). Pembukaan program studi baru ini berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Nomor 71/B/O/2026, tertanggal 15 Januari 2026.
Pembukaan prodi ini menjadi langkah strategis FK UMSURA dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis patologi klinik di Indonesia. Wakil Dekan I FK UMSURA, Dr. dr. Nurma Yuliyanasari, M.Si, menjelaskan bahwa proses pengajuan izin pembukaan Prodi PPDS Patologi Klinik dilakukan secara cepat dan terarah dengan tetap memperhatikan seluruh ketentuan yang berlaku.
“Kami mendapatkan arahan dari Majelis Diktilitbang PP pada Rapat Koordinasi Majelis Diktilitbang–Majelis MPKU Pimpinan PTMA Akreditasi Unggul di Jakarta pada 12 Juli 2025, dan dikuatkan melalui Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis untuk Percepatan Perwujudan Asta Cita pada 22 Juli 2025,” kata dr. Nurma.
Ia menambahkan, setelah mendapatkan penugasan tersebut, FK UMSURA langsung membentuk taskforce PPDS Patologi Klinik guna mempersiapkan seluruh aspek pendirian program studi.
Dari sisi kesiapan akademik, Dr. Nurma menegaskan bahwa FK UMSURA telah memenuhi seluruh persyaratan pendirian Prodi PPDS Patologi Klinik. “Kurikulum, dosen, dan fasilitas sudah dipenuhi sesuai standar pendirian PPDS PK,” jelasnya.
Prodi PPDS Patologi Klinik FK UMSURA memiliki keunggulan khas, yakni pada bidang hematologi diagnostik molekuler leukemia, yang diharapkan dapat menjadi daya saing lulusan di tingkat nasional.
Terkait penerimaan mahasiswa, Dr. Nurma menyampaikan bahwa Prodi ini ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada semester gasal tahun ajaran 2026/2027. “Untuk tahun pertama, kuota mahasiswa menyesuaikan rasio penerimaan, yaitu sebanyak empat mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPDS Patologi Klinik FK UMSURA, dr. Sri Widyaningsih, Sp.PK, Subsp.H.K(K), menjelaskan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan mengacu pada pendekatan Outcome Based Education (OBE). “Sistem ini diaplikasikan dalam kurikulum dengan masa studi selama delapan semester,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan pendidikan klinik, dr. Nining – sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa PPDS Patologi Klinik FK UMSURA didukung oleh Rumah Sakit Pendidikan Utama RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo. Selain itu, terdapat sejumlah rumah sakit jejaring, antara lain RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RSUD Gambiran Kota Kediri, RSUD Dr. Soedono Madiun, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur.
Kehadiran Prodi PPDS Patologi Klinik ini diharapkan membawa manfaat luas. Bagi FK UMSURA, program ini dapat meningkatkan reputasi dan daya saing fakultas sekaligus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah untuk pemerataan pelayanan laboratorium dan diagnostik di Indonesia. (*/tim)
