Fokal IMM Ponorogo Kukuhkan Sinergi dan Gagas Graha Alumni dalam Halalbihalal

www.majelistabligh.id -

Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Ponorogo menggelar acara Halalbihalal bertepatan dengan 20 Syawal 1446 H, pada Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Warkop Rumah Sinom, Kota Ponorogo, ini dihadiri oleh sejumlah alumni dan kader IMM yang kini berdiaspora di berbagai bidang.

Ketua Fokal IMM Ponorogo, Sarto, menyampaikan bahwa halalbihalal kali ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan momentum penting untuk mempererat kembali tali silaturahmi serta membangun kekuatan kolektif pascamusyawarah daerah (Musyda) IMM.

“Setelah Musyda, kita butuh ruang untuk bersatu kembali, menyatukan energi dan visi demi kebesaran Fokal IMM ke depan. Acara ini adalah wujud dari ikhtiar tersebut,” ujar Kang Sarto, sapaan akrabnya.

Salah satu hasil kesepakatan penting dalam forum ini adalah rencana pembangunan Graha Fokal IMM Ponorogo. Graha ini dirancang sebagai pusat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antara para alumni dan kader aktif IMM.

“Graha Fokal bukan sekadar bangunan fisik, tapi menjadi simbol komitmen kita untuk terus berkontribusi, berbagi ide, dan mendukung gerakan dakwah IMM dan Muhammadiyah,” jelas Kang Sarto.

Acara halalbihalal semakin bermakna dengan hadirnya dua tokoh penting alumni IMM yang kini menjabat sebagai dekan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), yakni Dr. Katni, M.Pd.I. (Dekan Fakultas Agama Islam) dan Dr. Sutrisno, M.Pd. (Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Dalam paparannya, Sutrisno menekankan pentingnya kader IMM untuk senantiasa mengembangkan diri agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Sudah waktunya kader IMM meng-upgrade potensi diri. Dunia kerja hari ini sangat kompetitif. Kita tidak cukup hanya mengandalkan idealisme, tetapi juga harus punya keahlian dan kapasitas yang relevan,” tuturnya.

Sementara itu, Katni menyampaikan pentingnya pemetaan potensi kader sebagai langkah awal dalam menentukan arah strategis organisasi.

“Kita perlu mendata potensi yang dimiliki oleh para kader dan alumni. Ini bukan hanya untuk kepentingan internal Fokal, tetapi juga sebagai basis untuk mengambil langkah-langkah strategis organisasi dalam menjawab persoalan-persoalan kebangsaan maupun mendukung dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.

Melalui forum ini, para alumni IMM Ponorogo berharap agar Fokal tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi benar-benar berfungsi sebagai think tank dan pusat penggerak kaderisasi serta advokasi isu-isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi, para peserta menyepakati pentingnya membangun ekosistem kader yang kuat, saling mendukung, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menjaga komunikasi serta memperkuat sinergi lintas generasi dalam keluarga besar IMM Ponorogo. (*/wh)

 

Tinggalkan Balasan

Search