Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menggelar acara Halalbihalal penuh makna di Hotel Luminor Surabaya, pada Sabtu (25/4/2025).
Acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antaralumni, tetapi juga menjadi wadah untuk membahas strategi sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia politik demi kemajuan bangsa.
Hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut antara lain Dr. dr. Sukadiono, MM ( Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Dr. Mundakir (Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya), dan Erick Komala (anggota Komisi A DPRD Jawa Timur sekaligus politisi Partai Solidaritas Indonesia/PSI).
Dalam sambutannya, Ketua Fokal IMM UM Surabaya Arin Setyowati, SHI, MA, menegaskan pentingnya memperkuat orientasi alumni IMM pada empat pilar utama.
“Ke depan, kita harus berorientasi lebih luas. Tidak hanya di dalam negeri, kita juga harus mendorong kader untuk menempuh pendidikan di luar negeri, mengembangkan kewirausahaan, membangun karier di profesi-profesi strategis, serta aktif di dunia politik,” ujar Arin.
Arin menekankan bahwa keempat pilar tersebut menjadi bagian dari visi Fokal IMM untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya eksis di dunia akademik, tetapi juga mampu berkontribusi besar di berbagai lini kehidupan masyarakat.
Dia menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung kader-kader IMM untuk meningkatkan kapasitas diri dengan menempuh studi di luar negeri.
Dr. Mundakir turut menyampaikan pandangannya mengenai peran penting perguruan tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, salah satu tugas utama perguruan tinggi adalah menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Untuk mewujudkan misi ini, kami harus bersinergi dengan para pemegang kebijakan, baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif,” tegas Mundakir.
Dia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk para legislator, sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan institusi pendidikan, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, serta perluasan akses pendidikan bermutu bagi masyarakat.
“Kita harus hadir di tengah masyarakat, dan untuk itu, kolaborasi sangat penting. Kami sangat mendukung keterlibatan legislatif dalam memberikan dukungan kepada dunia kampus,” lanjutnya.
Sejalan dengan pandangan Mundakir, Erick Komala sebagai perwakilan legislatif juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Muhammadiyah, agar semakin berdampak.
Erick menuturkan bahwa PSI sangat dekat dengan Muhammadiyah. Ia menyebut pendiri PSI, Jeffrie Geovanie, merupakan kader Muhammadiyah yang pernah menjabat di Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
“Masih ada lagi kader Muhammadiyah, seperti Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan RI) dan Ali Muthohirin (Wakil Wali Kota Malang),” sebutnya.
Dalam suasana penuh keakraban, acara Halalbihalal Fokal IMM UM Surabaya ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen alumni dalam membangun jejaring kerja sama yang luas. (wh)
