Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)Jawa Timur menerima kunjungan studi banding dari Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kabupaten Bekasi, pada Ahad (29/12/2024).
Sebelum pertemuan resmi di kantor PWM Jatim, rombongan Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kabupaten Bekasi mengikuti kajian Ahad pagi di Universitas Muhammadiyah Surabaya dan bertemu pengurus PDM Surabaya.
“Kami tiba kemarin dan menginap di Masjid Jenderal Sudirman. Alhamdulillah, di sela acara pengajian Ahad pagi, rombongan sempat berdiskusi dengan Ketua PWM Jatim, Pak Suko (Sukadiono),” ujar Aripin Nurdin, M.Pd, Wakil Ketua PDM Kabupaten Bekasi Bidang Tabligh, Tarjih, dan LDK.
Tujuh orang mewakili PDM Kabupaten Bekasi dalam studi banding ini. Mereka, Aripin Nurdin, M.Pd. (Wakil Ketua PDM Bidang Tabligh, Tarjih, dan LDK), Ediwarman, S.Pd. (Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid), Hendriyan Rayhan, M.Ag (Sekretaris MTT), Anas Putra Jaya (Anggota Lajnah Tarjih), Farida Ariani, S.Pd.I (Ketua Divisi Kajian Kemasyarakatan dan Keluarga), Arlinah (Sekretaris Divisi Kajian Kemasyarakatan dan Keluarga), dan Faqih Nur Rasyid.
Rombongan diterima oleh M. Sholihin Fanani, Wakil Ketua PWM Jatim, bersama pengurus Majelis Tabligh PWM Jatim.
Dalam sambutannya, Sholihin Fanani menyoroti semangat dan inovasi yang terus dikembangkan oleh Majelis Tabligh PWM Jatim meski agenda mereka sangat padat.

“Majelis Tabligh PWM Jatim ini selalu fight untuk berdakwah. Beberapa program unggulan kami di 2024 termasuk pembinaan masjid dan musholla melalui lomba imam dan adzan, serta program Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) yang sudah berjalan di dua dari lima korwil yang direncanakan,” ujarnya.
Sholihin juga menyebut Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) sebagai program spektakuler yang mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Fashmu yang dikemas seperti MTQ berhasil menarik perhatian besar dari Majelis Tabligh PDM se-Jawa Timur,” tambahnya.
Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jatim Munahar MP.d.I, menjelaskan inisiatif lain seperti pembentukan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) untuk membina mubaligh, serta pengembangan dakwah digital melalui media sosial dan website resmi majelistablight.id.
“Kami sangat terbuka untuk menerima materi atau tulisan dari mubaligh di luar Jatim. Ini bisa menjadi tambahan portofolio,” ujar Munahar.
Aripin Nurdin memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Majelis Tabligh PWM Jatim. “Mudah-mudahan kami bisa mengadopsi dan memodifikasi beberapa program unggulan PWM Jatim,” harapnya.
Sebagai penutup, Majelis Tabligh PWM Jatim memberikan buku materi Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) kepada rombongan sebagai bekal pengembangan dakwah di Bekasi.
Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Jatim, Afifun Nidlom, menekankan pentingnya menghargai kekhasan dakwah di setiap daerah.
“Semoga teman-teman ini tidak menuntut PWM Jabar untuk meniru sepenuhnya model dakwah PWM Jatim, karena setiap daerah punya kekhasan tersendiri,” tuturnya. (abdul wahab)
Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News
