Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Wiyung langsung bergerak. Usai kepengurusan dilantik dalam rapat kerja Desember 2025 lalu, ditindaklanjuti dengan menggelar latihan perdana yang akan dilaksanakan di halaman SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Jalan Mastrip 174, Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Rabu, (7/1/2026)
Menurut Ferry Yudi Antonius Saputro, M.Pd.I, Pembina TSPM Wiyung, awalnya upaya mengaktifkan TSPM ini terungkap saat Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung Kota Surabaya tahun 2026, dengan mengangkat tema “Mendesain Kemandirian, Loyalitas, dan Keberkahan Menjadikan Wiyung BerGema (Bergerak dan Maju)”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Merah II Sarangan, Magetan, 13–14 Desember 2025 lalu.
Raker diikuti segenap Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, beserta unsur pembantu pimpinan tingkat pimpinan cabang, termasuk Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Dalam raker tesebut, juga ditampilkan atraksi pendekar Tapak Suci Putra Muhammadiyah berupa jurus seni tunggal tangan kosong yang dibawakan oleh ananda Alya Fieruz Jazilah, alumni SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) tahun 2022. Usai atraksi TSPM, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan TSPM PCM Wiyung Kota Surabaya.
“Kita langsung bergerak untuk merealisasikan pembinaan TSPM PCM Wiyung,” kata Ferry Yudi Antonius Saputro, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PCM Wiyung.

Pihaknya mengajak saudara-saudara se-iman, se-ideologi, dan seperjuangan dalam Persyarikatan Muhammadiyah Wiyung dan lainnya, untuk menjadi kader yang utuh, kuat jasmani, tangguh rohani, dan cerdas akalnya.
“Hadir dan sambutlah Latihan Perdana Pimpinan Cabang Tapak Suci Putera Muhammadiyah Wiyung sebagai bentuk kesungguhan kita dalam mendidik generasi al-Ma’un, yang peduli, tangguh, dan berakhlak Qur’ani,” tandasnya.
Menurut Ferry, gerakan Tapak Suci ini penting bagi warga Persyarikatan, sebagai implementasi dari “Fastabiqul Khairat” atau berlomba-lomba dalam kebaikan, termasuk dalam membina fisik dan mental. Juga untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dengan aktivitas yang bernilai ibadah, olahraga, dan persaudaraan.
“Tapak Suci adalah Organisasi Otonom (ORTOM) Persyarikatan. Setiap latihan adalah ibadah. Setiap anggota adalah duta dakwah, sekaligus sebagai investasi masa depan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ferry menegaskan bahwa kehadiran Tapak Suci ini sebagai penyaluaran potensi di bidang beladiri, bukan untuk gaya-gayaan, apalagi tawuran. Melalui Tapak Suci bisa menjadi ajang silahturahmi dan komunikasi serta menentang keras perilaku anarkis yang mengatasnamakan kelompok silat.
Tapak Suci adalah sebuah perguruan dan organisasi pencak silat yang merupakan anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Tapak Suci termasuk dalam 10 perguruan historis IPSI, yaitu perguruan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya IPSI sebagai organisasi. Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al Qur’an dan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang ke-11.
Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Tapak Suci memiliki motto “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan akhlak saya menjadi lemah”. Dalam bidang dakwah, pergerakan Tapak Suci merupakan salah satu pencetak kader Muhammadiyah. (nun)
