Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) kembali menunjukkan kiprahnya dalam bidang inovasi kesehatan digital dengan meluncurkan aplikasi GENDHIS.
Aplikasi tersebut merupakan sistem pemantauan kadar glukosa darah berbasis perangkat mobile yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT), khususnya modul ESP32.
Dirancang sebagai solusi digital modern, GENDHIS bertujuan untuk membantu pasien diabetes mellitus dalam mengelola kondisi kesehatannya secara lebih efisien, praktis, dan berkelanjutan.
Dosen FK UM Surabaya, Nurma Yuliyanasari, menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan alat pemantauan glukosa yang real-time dan mudah diakses oleh masyarakat luas, terutama mereka yang hidup dengan diabetes.
Dengan menggabungkan sensor glukosa dan perangkat komunikasi seperti Bluetooth atau Wi-Fi, GENDHIS mampu mengirimkan data kadar gula darah secara otomatis ke aplikasi di ponsel pengguna.
Hal ini tidak hanya mempercepat proses monitoring, tetapi juga meningkatkan akurasi dan efektivitas pemantauan.
“Dengan GENDHIS, pasien tidak perlu lagi mencatat hasil pengukuran secara manual. Semua data tersimpan otomatis dan dapat dipantau kapan saja. Ini mendorong pasien untuk lebih disiplin dalam menjalani pengobatan serta mempercepat respons jika terjadi lonjakan atau penurunan kadar glukosa yang berisiko,” terang Nurma.
Tak hanya berfungsi sebagai alat pantau, GENDHIS juga dirancang sebagai platform interaktif yang memungkinkan kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tenaga medis.
Data yang dihasilkan dari sensor bisa dibagikan dengan mudah kepada dokter atau caregiver untuk analisis lebih lanjut. Dengan begitu, intervensi medis bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Fitur-Fitur Unggulan GENDHIS
Aplikasi ini memiliki berbagai fitur unggulan yang mendukung pemantauan kesehatan penderita diabetes secara menyeluruh, di antaranya:
1. Pemantauan Glukosa Real-Time
Hasil pengukuran kadar gula darah ditampilkan secara langsung dalam aplikasi. Data ini juga dilengkapi dengan klasifikasi nilai berdasarkan standar medis serta rekomendasi tindak lanjut yang sesuai.
2. Grafik Tren Glukosa
GENDHIS menyediakan grafik tren harian, mingguan (7 hari), hingga bulanan (30 hari). Fitur ini sangat bermanfaat untuk memahami pola fluktuasi kadar glukosa. Semua grafik bisa diunduh dalam format PDF untuk keperluan konsultasi medis.
3. Pengingat Obat dan Kontrol Medis
Aplikasi ini dilengkapi dengan sistem pengingat untuk minum obat dan jadwal kunjungan ke fasilitas kesehatan. Fitur ini sangat penting dalam membantu pasien tetap konsisten dalam terapi jangka panjang.
4. Kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI)
Dengan memasukkan data tinggi dan berat badan, pasien dapat menghitung BMI secara otomatis. Ini merupakan indikator penting dalam manajemen gaya hidup sehat bagi penderita diabetes.
5. Ekspor dan Bagikan Data
Seluruh data yang terekam dapat diekspor dan dibagikan secara digital kepada tenaga medis atau anggota keluarga, guna mempercepat tindak lanjut jika dibutuhkan.
6. Gendhis Blog
Fitur ini menyediakan berbagai artikel edukatif seputar diabetes, gaya hidup sehat, dan teknologi kesehatan, yang bersumber dari literatur medis internasional terpercaya.
Tampilan yang Ramah Pengguna
Dari segi antarmuka, GENDHIS dirancang dengan tampilan yang intuitif dan mudah digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk lansia dan pengguna pemula.
Pada halaman utama atau dashboard, pengguna dapat melihat ringkasan grafik pemantauan, akses riwayat hasil pengukuran, serta melakukan sinkronisasi data dengan perangkat ESP32 melalui halaman khusus yang disediakan.
“Pada tahap awal penggunaan, pengguna diminta mengisi data pribadi seperti usia, berat badan, tinggi badan, dan riwayat medis. Semua informasi ini akan disimpan secara terenkripsi dalam sistem untuk menjamin keamanan dan privasi data pengguna,” tambah Nurma.
Integrasi IoT melalui ESP32
Salah satu keunggulan utama aplikasi ini adalah penggunaan modul ESP32, yang memungkinkan integrasi antara perangkat sensor glukosa dengan aplikasi secara nirkabel. Modul ini bertugas mengumpulkan data dari sensor dan mengirimkannya langsung ke aplikasi GENDHIS di ponsel pengguna. Dengan teknologi ini, pemantauan kadar gula darah menjadi lebih efisien, instan, dan dapat dilakukan dari mana saja.
Menjawab Tantangan Kesehatan di Indonesia
Di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia, GENDHIS hadir sebagai jawaban atas tantangan manajemen penyakit kronis ini.
Tidak hanya membantu pasien dalam pemantauan harian, aplikasi ini juga memberikan edukasi dan motivasi untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan teratur.
“GENDHIS bukan sekadar aplikasi monitoring, tetapi sebuah ekosistem digital yang menyatukan teknologi, edukasi, dan layanan kesehatan. Kami berharap ini menjadi mitra setia bagi para penderita diabetes dalam menjaga kualitas hidupnya secara mandiri dan modern,” tutur Nurma.
Dengan lahirnya GENDHIS, FK UM Surabaya menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi demi meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Aplikasi ini diharapkan dapat diperluas penggunaannya dan menjadi model bagi pengembangan solusi digital lainnya di bidang kesehatan. (*/wh)
