“The biggest independence is when we dare to be ourselves, free from the expectations of others, and fight for dreams.”
(Kemerdekaan terbesar adalah ketika kita berani menjadi diri sendiri, lepas dari ekspektasi orang lain, dan berjuang untuk impian)”
Kemerdekaan, lebih dari sekadar bebas dari penjajahan fisik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemerdekaan adalah keadaan berdiri sendiri, bebas, dan tak tertekan. Ini mencakup kebebasan berpikir, bertindak, dan menentukan nasib.
Jika para pahlawan terdahulu berjuang gigih di medan perang untuk meraih kemerdekaan, tantangan kita kini adalah musuh tak kasat mata: kemalasan, gaya hidup boros, dan tekanan hidup.
Ironisnya, setelah hampir 80 tahun merdeka, semangat juang masih luntur di kalangan sebagian generasi muda.
Padahal, Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri.
Jadi generasi muda harus memaknai kemerdekaan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi.
Dengan semangat itu, kita bisa menjadi agen perubahan positif, membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.
Semoga bermanfaat. (*)
