GERINA: Menanam untuk Negeri, Menumbuhkan Harapan

*) Oleh : Farid Firmansyah S.Psi, M.Psi
Anggota Majelis Tabligh PWM Jatim
www.majelistabligh.id -

Ketika banyak orang bicara soal perubahan besar, Ustadz Adi Hidayat justru mengajak kita mulai dari sesuatu yang sederhana: menanam pohon. Inilah semangat dari GERINA (Gerakan Indonesia Menanam).

Gerakan ini bukan sekadar soal bibit dan tanah. Ini soal membangun kembali kesadaran bahwa setiap kebaikan yang tumbuh, pasti ada manfaat yang mengikuti.

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa menanam adalah bagian dari ibadah yang berdampak sosial dan spiritual. Dalam hadits disebutkan:

> “Jika hari kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit pohon kurma, maka jika dia mampu menanamnya sebelum kiamat datang, hendaklah dia menanamnya.”
(HR. Ahmad)

Gerina lahir dari semangat itu. Bahwa meskipun hidup terasa sempit, menanam adalah tanda bahwa kita masih percaya pada masa depan.

Dari sudut pandang psikologi, menanam punya efek luar biasa untuk kesehatan mental. Aktivitas ini bisa menjadi bentuk terapi alami yang menenangkan—disebut sebagai horticultural therapy.

Menyentuh tanah, merawat tanaman, melihatnya tumbuh—semua itu secara tidak langsung mengurangi stres dan kecemasan. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar kegiatan fisik, tapi proses penyembuhan jiwa.

Lebih dari itu, GERINA juga mengajarkan kesadaran ekologis yang Islami.

Allah SWT berfirman:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)

Menanam adalah bentuk tanggung jawab. Mengembalikan keseimbangan yang selama ini diabaikan. Sekecil apapun pohon yang kita tanam, ia tetap memberi manfaat: meneduhkan, menyerap karbon, menjaga air, memberi buah, atau bahkan sekadar tempat singgah burung-burung.

GERINA bukan gerakan satu-dua hari. Ia adalah ajakan hidup selaras dengan bumi. Karena sejatinya, setiap kali kita menanam, kita sedang menulis doa panjang untuk anak cucu kita kelak. (*)

Tinggalkan Balasan

Search